Percepat Vaksinasi Lansia, Pemprov Jabar Gandeng Pelajar Ajak Vaksin dan Tangkal Hoax

Rapat koordinasi percepatan akselerasi vaksinasi lansia melalui 'Pekan Cinta Lansia' yang akan menggandeng pelajar. Foto Disdik Jabar

POJOKSATU.id, BANDUNG – Untuk mencapai target vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia), Pemprov Jawa Barat melakukan akselesasi melalui program ‘Pekan Cinta Lansia’.

Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jabar yang juga Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan, akselerasi ini akan melibatkan pelajar SMA/SMK.

“Nanti, pelajar di sekolah diwajibkan membawa dua atau tiga lansia, baik kakek, nenek, saudara atau tetangga di lingkungan rumah untuk diajak vaksinasi,” ujar Dedi Supdandi, Senin (11/10/2021).

Untuk vaksinasi lansia, Pemprov Jabar menargetkan 50 persen pada 15 Oktober 2021.


Sebagai optimalisasi, juga akan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos).

Keterlibatan Disdukcapil, jelasnya, guna mengatur dan menyiapkan solusi untuk permasalahan data kependudukan (NIK) lansia yang sebagian belum terdaftar di sistem.

“Sedangkan keterlibatan Dinsos untuk mendampingi proses vaksinasi agar lansia terlayani dengan baik,” tuturnya.

Agar program ini sukses pihaknya sudah mendorong satuan pendidikan melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan program tersebut.

Selain itu, pihaknya akan melibatkan bidan praktik mandiri untuk menjangkau vaksinasi yang lebih cepat karena berbasis di desa-desa.

Pemprov Jabar juga sudah menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan di Jabar serta Ikatan Bidan Indonesia Jabar untuk menyukseskan program tersebut.

“Jadi, nanti di desa-desa di beberapa wilayah, bidan praktik mandiri akan diberi kewenangan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) di masing-masing daerah untuk melakukan vaksinasi dan sosialisasi kepada kaum lansia agar mau divaksin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Jabar Wahidin menjelaskan, pemerintah pusat menunjuk BKKBN sebagai mitra pemerintah daerah untuk percepatan vaksinasi dengan pendekatan berbasis keluarga.

“Sebab, masih banyak kita temui keluarga yang anggota keluarganya sudah (divaksin) di kantor atau sekolah, sedangkan yang lainnya belum,” ungkapnya.

Target utama pendekatan keluarga ini dimulai dari anak, remaja, ibu hamil hingga lansia.

Agar vaskinasi di bidan praktik mandiri berjalan optimal, pihaknya sudah bekerjasama dengan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan Kemenkes dan Dinkes Jabar untuk melatih 12.438 bidan untuk tata laksana vaksinasi Covid-19.

Sehingga, secara regulasi para bidan sudah diizinkan sebagai vaksinator.

Dengan program tersebut, diharapkan warga di sekitar praktik bidan dapat mengikuti vaksinasi tanpa harus menempuh tempat jauh untuk mendapatkan fasilitas pelayanan vaksin.

“Pada praktiknya, para bidan praktik mandiri akan ditemani 4 orang tenaga medis lain sebagai tim vaksinasi,” jelasnya.

Wakil Ketua Divisi Pecepatan Vaksinasi Jabar Atalia Praratya pun mendukung penuh program tersebut.

“Hadirnya praktik bidan mandiri sebagai tempat vaksinasi akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses vaksin,” pungkas Atalia. (rif/pojoksatu)