Ekonomi 2021 Diyakini Tumbuh 5,5 Persen, Jabar Punya Petani Milenial dan Santri Tani

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat seminar "Transformasi Petani Jawa Barat Bersama Petani Milenial yang Inovatif dan Kekinian" secara virtual, dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/10/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 akan menyentuh 5,5 persen.


Optimisme tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

‚ÄúDengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan secara optimal, maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di sekitaran atau kisaran 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021,” katanya, di Jakarta, Minggu (3/01/2021).

Target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan lembaga-lembaga internasional.


Seperti OECD yang memproyeksi ekonomi global pada 2021 tumbuh sebesar 4,0 persen.

Sedangkan, ADB memperkirakan di angka 5,3 persen, dan IMF membidik 5,2 persen.

Selain itu, World Bank memprediksi ekonomi global pada tahun depan bakal berada di kisaran 4,4 persen.

Sementara Bloomberg Median memasang target sekitar 5,6 persen.

“Sementara untuk outlook APBN, yang sudah ditetapkan pertumbuhannya sebesar 5,0 persen,” jelas Agus.

Pemerintah pun sudah menyiapkan sejumlah langkah strategi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan.

“Game changer pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi adalah pelaksanaan vaksinasi itu sendiri,” ujarnya.

“Juga dengan melanjutkan program-program yang ada di komite PEN atau penanganan COVID-19,” sambungnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut, Jabar memiliki bonus geografi dan bonus demografi yang bisa menjadi modal utama untuk maju.

Dua bonus ini jika diselaraskan akan menjadi kombinasi dan komposisi memadai untuk melakukan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi.

Bonus geografi, Jabar memiliki tanah subur, curah hujan mencukupi dengan banyak sumber air dari hulu ke hilir.

Sementara bonus demografi, sebagian besar warga Jabar saat ini ada pada usia produktif sampai era 2030 nanti.

Sedangkan bonus tambahan yakni edukasi, di mana banyak perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang jadi rujukan nasional.

Karena itu, Pemprov Jabar terus berupaya memanfaatkan tiga bonus tersebut untuk mendongrak ekonomi dari sektor pertanian.

Hal ini pula yang mendasari Pemprov Jabar menginisiasi program Petani Milenial.

“Kita harus memanfaatkan potensi di Jawa Barat baik sumber daya alam dan manusia. Perpaduan keduanya dalam bidang pertanian, salah satu daya ungkit meningkatnya ekonomi di Jabar,” ujar Uu Ruzhanul, di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/10/2021).

Pemprov Jabar pun mendorong para teknokrat dan inovator untuk terus menghadirkan akselerasi kemajuan teknologi pertanian.

“Potensi pertanian luar biasa. Di Jabar banyak lahir teknokrat pertanian, banyak perguruan tinggi favorit. Perpaduan intelektual dan sumber daya alam maka lahir petani Milenial,” paparnya.

Potensi pertanian dengan menggaet kalangan milenial, bisa membuat Jabar bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Ditambah, Pemprov Jabar juga memiliki program Santri Tani (Santani).

Dengan demikian, Petani Milenial dan Santani diharap mampu meminimalisasi masalah pertanian seperti produktivitas pertanian, regenerasi petani, kebutuhan lahan, hingga ilmu dan teknologi pertanian.

“Pertanian harus meningkatkan ekonomi, dan meningkatkan taraf hidup para pelakunya,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)