LPSK Beberkan Fakta Baru Kasus Ayah Perkosa 3 Anak di Luwu Timur, Ternyata…

Perkosa anak
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejumlah fakta baru kasus dugaan ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur dibeberkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).


“Waktu itu pemenuhan hak prosedural dan rehabilitasi psikologi. Jadi waktu LPSK mendapatkan permohonan itu kasusnya sudah SP3 posisinya,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi kepada JawaPos.com (jaringan PojokSatu.id), Kamis (7/10/2021).

BACA: Kasus Ayah Perkosa 3 Anak di-SP3, Kapolres Luwu Timur dan Kapolda Disentil Sultan Tanjung Priok


Polisi menghentikan kasus ayah perkosa 3 anak itu lantaran psikolog Polri menyatakan bahwa pelapor mengalami gangguan jiwa.

Akan tetapi, psikolog lain menyatakan bahwa pelaku yang merupakan ibu korban mengalami trauma.

Itu lantaran mantan suaminya, ayah ketiga anaknya, telah memperkosa anaknya sendiri.

Diketahui pula bahwa mantan suami pelapor adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) di pemerintah daerah.

“Memang ada juga informasi bahwa ada second opinion dari psikolog yang lain menyatakan bahwa si anak ini mengalami trauma. Hanya saja hasil forensik dari penyidik berbeda,” papar Edwin.