Kisah Pilu Murid SD Meninggal Usai Ditugaskan Guru Antar Teman ke Klinik Sekolah, Ternyata Terinfeksi Covid-19

Teresa Sperry. (Facebook)

POJOKSATU.id – Seorang anak SD meninggal dunia usai mengantar temannya ke klinik sekolah untuk dirawat karena memiliki gejala Covid-19.

Anak SD berusia 10 tahun itu bernama Teresa Sperry. Ia meninggal karena terinfeksi Covid-19.

BACA: Mengapa Orang Divaksin Masih Kena Covid? Ini Jawaban dr RA Adaninggar

Murid SD di Virginia, Amerika Serikat itu diduga tertular saat mengantarkan temannya ke klinik sekolah.


Teresa Sperry diberikan tugas oleh gurunya untuk mengantarkan teman-temannya yang sakit ke klinik sekolah.

Tugas ini sebenanya adalah kewajiban guru. Namun, tugas tersebut diberikan kepada Teresa Sperry.

Teresa Sperry meninggal dunia beberapa hari setelah jatuh sakit di kelas lima di Hillpoint Elementary, Virginia, Amerika Serikat.

Dua hari setelah meninggal, dokter mengkonfirmasi bahwa Teresa Sperry terinfeksi Covid-19.

Proses pembelajaran tatap muka di Hillpoint Elementary School. (Twitter/@HillpointHusky)

Kejadian bermula pada 22 September 2021.  Saat itu, Teresa Sperry dipulangkan dari sekolah karena mengalami pusing dan sakit kepala.

Teresa Sperry kemudian dibawa ke Children’s Hospital of The King’s Daughter untuk dirawat karena mengalami batuk parah.

Ibunya, Nicole Sperry, mengkonfirmasi kematian anaknya di media sosial Facebook pada 27 September 2021.

Sang ibu menulis bahwa anaknya Teresa sangat sehat sebelum sakit dan meninggal dunia.

Nicole menuding staf sekolah selalu meminta Teresa Sperry untuk mengantar anak-anak lain yang sakit ke klinik sekolah.

Nicole menambahkan putrinya akan terus sehat dan tetap hidup jika orang-orang tidak membiarkan anak-anaknya yang sakit tetap masuk sekolah.

Suami Nicole, Jeff Sperry membuat tuduhan yang sama dalam sebuah wawancara dengan surat kabar lokal The Virginia Pilot.

“Pekerjaan kelasnya (Teresa Sperry) adalah mengantar semua siswa yang sakit di kelasnya ke klinik perawat,” ucapnya.

“Jika anak-anak sakit dan harus pulang, dia (Teresa) harus mengambil tas buku mereka (murid lainnya),” terangnya.