Jokowi Dipuji Prof Singapura Sebagai Sosok Jenius, Demokrat: Kami Apresiasi Pujian Kishore

Presiden Jokowi. Foto Reprd Youtube Sekretariat Presiden

POJOKSATU.id, JAKARTA — Presiden Jokowi dipuji sebagai sosok jenius oleh Professor Singapura Kishore Mahbubani. Kali ini politisi Demokrat mengapresiasi pujian ke Jokowi ini.

Tak seperti biasa, Demokrat yang cenderung sering mengkritik Pemerintahan Jokowi-MA, kali ini politisi Demokrat mengapresiasi apa yang ditoreh Presiden Jokowi.

“Kami mengapresiasi pujian dari Kishore Mahbubani terhadap Presiden Jokowi,” jelas Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, dalam keterangannya, Jumat (8/10/2021).

“Ini mengingatkan kami atas pujian darinya yang pernah disampaikan kepada Pak SBY pada tahun 2012 yang lalu,” katanya lagi.


Partai Demokrat (PD) teringat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah diberikan pujian.

Kamhar menjelaskan SBY jugs pernah dipuji oleh Ksihore Mahbubani.

Bahkan, menurutnya, pujian juga datang dari tokoh lainnya kepada SBY terkait kemampuan Indonesia menangani krisis ekonomi kala itu.

“Saat itu tak hanya dari Kishore Mahbubani, pujian juga datang dari George Soros terhadap penanganan ekonomi Indonesia yang berhasil mengantisipasi dan mengatasi krisis ekonomi global pada 2008,” jelasnya.

“Dan mengungkapkan keyakinannya terhadap trend pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang mengalami super boom pertumbuhan ekonomi akan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kamhar menyebut bahkan saat itu Kishore Mahbubani menyebut prestasi SBY sebagai kisah terbesar sepanjang masa.

Dia menyampaikan pujian Kishore berkaitan dengan transformasi hingga pertumbuhan ekonomi saat itu.

“Sementara Kishore Mahbubani selain memuji kemampuan Indonesia mengatasi krisis, juga mengatakan bahwa pemerintahan Presiden SBY berhasil melakukan transformasi yang luar biasa,” katanya.

“Pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan signifikan telah melahirkan kelas menengah baru. Mahbubani menegaskan apresiasi atas prestasi Presiden SBY ini dalam pernyataan ‘ini menjadi kisah terbesar sepanjang abad’,” lanjutnya.

Politisi Demokrat ini menilai Jokowi dipuji sebagai jenius karena kemampuannya merangkul lawan politik, Prabowo Subianto.

Menurutnya, Jokowi memang berhasil menghindari pembelahan dan perpecahan di masyarakat lantaran merangkul Prabowo ke dalam kabinet.

“Tak banyak dalam sejarah, jika pun ada peristiwa seperti ini. Keberhasilan mengubah ‘pesaing’ menjadi ‘pembantu’ atas nama dan dalam semangat persatuan Indonesia,” jelasnya.

“Kepiawaian Presiden Jokowi ini dipandang berhasil menghindarkan pembelahan dan perpecahan di masyarakat. Tentunya kita semua berharap persatuan yang terjadi di masyarakat bersifat substantif bukan semu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai sosok pemimpin yang jenius. Dia menyebut Jokowi sebagai pemimpin paling efektif di dunia.

Sorotan terhadap kejeniusan Jokowi ini ia sampaikan dalam tulisan berjudul ‘The Genius of Jokowi’.

Tulisan ini tayang pada 6 Oktober 2021 di Project Syndicate, sebuah media nirlaba yang berfokus pada isu-isu internasional.

Kishore Mahbubani menyebut Jokowi telah menjadi pemimpin yang layak mendapat pengakuan atas keberhasilannya dalam memimpin.

Jokowi, tulis Mahbubani, membuat model pemerintahan yang bisa dipelajari oleh dunia.

“Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. ‘Jokowi’ memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia,” ujar Kishore Mahbubani dalam tulisannya itu.

Lebih lanjut dia menyebut Jokowi bisa menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Dia membandingkan keberhasilan Jokowi ini dengan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020, yang belum bisa mengatasi perpecahan.

“Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Presiden AS 2020, 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya dia terpilih secara sah,” jelasnya.

“Biden menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika,” katanya.

“Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali 2019–Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno–kini menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata),” tulisnya. (ral/int/pojoksatu)