Cegah Hoaks Vaksinasi, Bekasi Utara Gencarkan Vaksinasi Door To Door, Tiap Hari 200 Orang Divaksin di Kelurahan

Tenaga kesehatan saat memperlihatkan vaksin Covid-19

POJOKSATU.id, BEKASI— Program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan di Kota Bekasi. Di Bekasi Utara, vaksinasi door to door gencarkan dilakukan. Ada 200 orang divaksin setiap hari.

Gencarnya vaksinasi Covid-19 ini untuk meningkatkan herd immunity warga di Kota Bekasi.

Camat Bekasi Utara Jalaludin menjelaskan, bahwa setiap harinya pihaknya melakukan vaksinasi sebanyak 200 orang di masing-masing kelurahan.

“Ya, kita juga melakukan vaksinasi door to door untuk lebih ke akar rumputnya agar warga semuanya dilakukan vaksinasi,” kata Jalal, Kamis (7/10/2021).


Dia juga mengantisipasi adanya penyebaran hoax terkait vaksinasi Covid-19, yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Jalal menyampaikan, untuk antisipasi penyebaran itu sendiri yakni turun langsung ke warga dan memberitahu bahwa Vaksin Covid-19 itu sendiri tidak menimbulkan efek samping.

“Untuk mengantisipasi adanya hoax ya kita sampaikan bahwa Vaksin Covid-19 ini aman dan halal serta tidak membahayakan,” terangnya.

Dia juga akan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk menindaklanjuti adanya laporan penyebaran hoax itu sendiri.

“Kita juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk dilakukan penindakan terkait penyebaran hoax,” tutupnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, juga mengatakan bahwa hoaks menjadi salah satu probelm banyak siswa yang belum mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi.

“Jadi gini, karena masih ada yang percaya dengan hoaks, habis divaksin ada meninggal, segala macam,” ujarnya.

Padahal, kata Inay, saat ini sudah banyak masyakarat di Kota Bekasi yang sudah dilakukan vaksinasi Covid-19.

“Guru-guru bahkan sudah 90 persen divaksin. Alhamdulillah sehat. Kita berharap vaksinasi ini didukung semua orang tua,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar Dewi Sartika menuturkan, kecepatan rata-rata vaksinasi Jabar saat ini mencapai 285.649 dosis per hari.

Dan angka ini merupakan tertinggi dari provinsi lain di Indonesia.

Meski begitu, kecepatan vaksinasi harian harus terus ditingkatkan.

“Dalam mencapai target vaksinasi selesai pada 31 Desember 2021, maka diperlukan kecepatan rata-rata vaksinasi sebesar 578.336 dosis per hari,” katanya.

Dewi mengatakan, Pemprov Jabar akan terus melakukan vaksinasi melalui sejumlah program yang sudah dilakukan saat ini.

“Adapun program percepatan vaksinasi yang saat ini terus dilakukan ada di lembaga pendidikan dan di fasilitas kesehatan seluruh Jabar. Serta melakukan pemahaman soal vaksin agar masyarakat tidak termakan hoax vaksin,” jelasnya.

Ditambahkan Kadinkes, bahwa Pemprov Jabar terus melakukan percepatan vaksinasi, sosialisasi vaksin dengan sinergi bersama TNI dan Polri.

“Jadi kami juga terus melakukan kolaborasi dengan TNI, Polri, dan mitra, untuk penyelenggaraan vaksin, sosialisasi agar masyarakat tak termakan hoax vaksin secara terus menerus,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi, Pemprov Jabar menempuh dua cara dalam kampanyenya.

Pertama, vaksinasi massal di kabupaten/kota dengan cara kolaborasi, kedua vaksinasi jemput bola dengan layanan ‘door to door’ mendatangi masyarakat.

Nina mengatakan, vaksinasi door to door Jabar dilakukan melalui program Saber Vaksinasi untuk menarget kelompok masyarakat yang selam ini kurang tersentuh kabupaten/kota.

“Vaksinasi door to door ini khususnya untuk masyarakat yang mobilisasinya terbatas di daerah sulit dijangkau seperti disabilitas, lansia, bumil, juga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) atau bila banyak yang tak bisa datang ke tempat pelayanan,” ujar Nina.

Menurut Nina, vaksinasi secara door to door ini merupakan kebijakan yang lebih ke arah solusi terhadap kondisi yang ada.

Dua tantangan dalam vaksinasi door to door adalah pertama, anggapan bahwa waktu pelayanan yang tidak secepat vaksinasi massal di satu titik.

Di industri wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali melakukan vaksinasi dengan sasaran 7.500 orang pelaku industri pariwisata dan masyarakat di Pusdikkav Padalarang – KBB, Senin (27/9).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik, target jangkauan vaksinasi tahap dua ini sebanyak 7.500 orang.

“Pihak kementerian menyelenggarakan vaksinasi ini berkolaborasi bersama Dispabud Jabar, Pemkab KBB dan Pusdikav serta pihak lain,” ujar Dedi.

Dedi pun mengapresiasi tingginya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal tersebut, merupakan langkah yang positif dalam upaya percepatan vaksinasi.

“Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari ke dua 1.500 orang, kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai,” katanya.

Menurut Dedi, vaksinasi ini memang dirangkaikan dalam sebuah acara, yang intinya ingin mengangkat dan mengajak seluruh kalangan untuk berperan serta termasuk para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat yang mencapai 96.545.

“Sejauh ini yang sudah divaksin mencapai 28.000an. Kemudian selain pelaku industri pariwisata juga para seniman budayawan dan masyarakat umum untuk melakukan vaksinasi,” katanya. (dam/ral/pojoksatu)