PDIP Minta Herzaky Demokrat Dewasa dan Matang dalam Berpolitik, Intinya Bercermin Ajalah

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI-Perjuangan Arif Wibowo meminta juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra untuk berdewasa dan matang dalam berpolitik.


Hal tersebut disampaikan merespon penyataan anak Herzaky yang menuding Megawati Soekarnoputri menggulingkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Bercermin pada diri sendiri aja lah, belajar jadi lebih dewasa lebih matang dalam berpolitik,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Menurut Arif pergantian kepala negara atau Presiden sudah diatur dalam konstitusi.


“Karna itu fitnah dan sebagainya pernyataan yang tidak etis yan memantik konflik sebaiknya terutama politisi harus dihindari,” ucapnya.

Kendati demikian, Arif memaafkan permintaan maaf Herzaky yang menuding Megawati menggulingkan Gus Dur Presiden ke-4 RI.

Namun, permintaan maaf tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada agar publik mengetahui bahwa PDIP tidak mengkudeta Gus Dur.

“Permintaan maaf itu ya disampaikan terbuka dijelaskan kepada semua pihak. Kalau soal minta maaf saja kita semua memang ada kewajiban kalau berbuat sesuatu salah harus minta maaf,” pungkas Arif.

Sebelumnya, Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan minta maaf kepada PDI-Perjuangan karena ucapannya.

Hal tersebut disampaikan karena telah menuding Megawati Soekarnoputri mengkudeta Presiden ke-4 RI Abdurahchman Wahid alias Gus Dur kala itu.

Sehingga Ketua Umum PDIP itu menduduki posisi Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) menggantikan posisi Gus Dur.

Juri bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra mengatakan, bahwa apa yang ia disampaikan tersebut merupakan bentuk kekeliruannya.

“Mohon maaf saya kepleset lidah saat tanya jawab setelah konferensi pers,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/2021).

Herzaky berharap agar pihak-pihak yang tidak berkenan dengan pernyataannya tersebut bisa membukakan pintu maaf terhadap dirinya.

“Yang saya maksud, Ibu Megawati menggantikan Gusdur. Saya mohon maaf kepada siapapun tidak berkenan atas kekeliruan ini, terima kasih,”

Herzaky mengaku, bahwa dirinya merupakan pengagum Gusdur dan Megawati Soekarnoputri, karena itu tidak mungkin dirinya mengatakan hal tersebut.

“Saya ini pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan presiden,” ungkapnya.

(muf/pojoksatu)