Ngeri, Banyak ASN Terindikasi Radikal dan Intoleran, Awalnya Diajari Ngaji

Radikalisme
Radikalisme

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penyusupan ideologi radikal kepada aparatur sipil negara (ASN) dilakukan kelompok radikal dengan cara-cara yang rapih dan terselubung.


Dengan demikian, gerakan kelompok radikal itu luput dari perhatian dan membuat penanganan menjadi terlambat.

BACA JUGA: Berkali-kali Diingatkan, Pemuda Nekat Berenang di Curug Cikaso, 30 Menit Hilang Kemudian Nimbul, Innalilahi

Padahl sejatinya, kelompok radikal ini melakukan infiltrasi yang cukup masif.

Demikian disampaikan kader Intelektual Muhammadiyah, Muhammad Abdullah Darraz dalam keterangannya dilansir PojokSatu.id dari Antara, Rabu (6/10/2021).


“Hal ini tidak disadari pimpinan di instansi tersebut, sehingga penanganannya cenderung terlambat,” ungkap Darraz.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Alvara Research pada 2018, menunjukkan sebanyak 19,4 persen ASN terindikasi radikal dan intoleran.

Darraz menilai, besar kemungkinan kelompok radikal juga bukan tidak mungkin telah menginfiltrasi ke dalam tubuh institusi TNI dan Polri.