Kata Menkes, Yang Mau Booster Vaksin Covid-19 ke Amerika Saja

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto Setkab

 POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didesak untuk segera memberikan vaksin ketiga atau booster vaksin Covid-19 kepada masyarakat.


Booster vaksin Covid-19 dinilai ampuh mencegah penularan virus Corona.

BACA: dr Adaninggar Bilang Vaksin Booster Covid-19 Secara Etis Salah

Hingga saat ini baru tenaga kesehatan (nakes) yang telah mendapatkan booster vaksin Covid-19.


Sedangkan masyarakat umum baru dua kali mendapatkan vaksin. Bahkan, masih ada masyarakat yang belum pernah disuntik vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi banyaknya permintaan booster vaksin Covid-19.

Menurut Budi Sadikin, dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 memang untuk melengkapi daya tahan tubuh dari virus mematikan Covid-19.

BACA: Covid-19 Singapura Cetak Rekor, dr Ning Minta RI Waspada, Prokes Jangan Kendor!

Budi mengaku, secara klinis vaksin ini memang dianjurkan, namun saat pemerintah belum menyediakan karena masih banyak orang yang belum mendapatkan jatah vaksin, bahkan vaksin pertama pun ada yang belum mendapatkan.

Dikatakan Budi, hingga akhir minggu ini mungkin baru setengah dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berhasil mendapatkan vaksin.

“Banyak yang bertanya ke saya, pak, vaksin booster butuh apa nggak? Itu memang secara klinik benar, hanya saja saya kasih kalimat kedua, secara etika mungkin sekarang salah,” ujarnya dalam acara Indonesia Knowledge Forum 2021, Kamis (7/10).

Sebab, jika dipaksakan untuk memberikan vaksin booster secara umum, itu sama saja seperti pemerintah mengabaikan atau tidak memperdulikan hak bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

Budi menekankan, saat ini pemerintah tidak akan mengorbankan stok atau persediaan vaksin yang ada untuk booster bagi masyarakat.

Seperti diketahui sejauh ini hanya tenaga kesehatan saja yang baru diizinkan mendapat vaksin booster.

Budi mengatakan, jika ada masyarakat yang tidak sabar untuk mendapatkan vaksin ketiga, bagi orang yang mampu dapat pergi ke Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara produsen vaksin.

“Jadi, kalau mau ya pergi aja ke Amerika, suntik aja ke sana. Kan kasihan masih ada yang belum dapat kan, mereka mungkin nggak seberuntung kita kan, ga sekaya kita juga mungkin,” tandas Budi. (one/pojoksatu)