Jangan Terburu-buru Booster Vaksin Covid-19

KH. Ma'ruf Amin. (Dok Humas Kementan)
KH. Ma'ruf Amin. (Dok Humas Kementan)

Pasalnya, capaian vaksinasi di Kota Bekasi per 4 Oktober 2021 baru 66,39 persen untuk dosis pertama dan 46,15 persen untuk dosis kedua. Capaian vaksinasi untuk lansia juga masih rendah.


Alih-alih untuk booster vaksin Covid-19, kata dia, vaksin seharusnya diprioritaskan pada lansia.

“Di tengah capaian yang rendah, khususnya pada lansia, Pemkot Bekasi justru memberikan vaksin dosis ketiga kepada guru dan tenaga pendidik dengan justifikasi agar vaksin yang tersedia tidak kedaluwarsa,” keluhnya.

Vaksin Covid-19 yang akan kedaluwarsa seharusnya diberikan ke daerah-daerah yang kekurangan vaksin dan cakupan vaksinasinya rendah.


Misalnya, Kabupaten Bekasi yang baru 59,29 persen untuk dosis pertama. Disusul Kabupaten Karawang 50,72 persen dan Kabupaten Subang 29,87 persen. Bisa juga dialihkan ke Kabupaten Tasikmalaya yang stok vaksinnya akan habis dalam tiga hari.

Dia menambahkan, pemberian vaksin dosis ketiga sebetulnya belum direkomendasikan WHO. Pasalnya, ketersediaan vaksin secara global masih terbatas.

Pemberian vaksin dosis ketiga dinilai bisa memicu ketimpangan akses vaksin di tingkat nasional ketika masih banyak populasi yang sulit mendapatkan dosis pertama dan kedua.

Namun, ada pengecualian bagi tenaga kesehatan karena memiliki tingkat risiko kesakitan dan kematian akibat Covid-19 yang tinggi. (one/jpr)