Jangan Terburu-buru Booster Vaksin Covid-19

KH. Ma'ruf Amin. (Dok Humas Kementan)
KH. Ma'ruf Amin. (Dok Humas Kementan)

POJOKSATU.id – Pemerintah belum berencana memberikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 kepada masyarakat umum.


Pemerintah beralasan cakupan vaksinasi nasional hingga kini belum menyentuh 50 persen dari jumlah penduduk 208,5 juta jiwa.

BACA: Kata Menkes, Yang Mau Booster Vaksin Covid-19 ke Amerika Saja

Atas dasar itu, pemerintah menganggap saat ini belum waktunya untuk memberikan booster vaksin Covid-19, kecuali untuk tenaga kesehatan (nakes).


Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, dibutuhkan upaya extraordinary dan masif untuk mencapai target vaksinasi hingga di atas 80 persen.

“Sampai 3 Oktober 2021, secara nasional vaksinasi dosis pertama mencapai 45,03 persen dan dosis kedua 25,29 persen,” Ma’ruf Amin.

Hal itu disampaikan wapres saat menyampaikan pidato kunci seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri di Jakarta kemarin (6/10).

Apalagi, lanjut wapres, jangka waktu yang ditetapkan hanya setahun.

Berdasar data Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per minggu telah mencapai 1,4 juta dosis setiap hari.
Dengan tingkat kecepatan seperti itu, Ma’ruf mengatakan, dibutuhkan waktu tujuh bulan atau sampai pertengahan 2022 untuk mencapai target herd immunity.

“Bila kita ingin vaksinasi selesai akhir tahun ini juga, kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta dosis per hari,” tuturnya.

Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyampaikan, kelompok lansia harus menjadi prioritas sasaran vaksinasi.