dr Adaninggar Bilang Vaksin Booster Covid-19 Secara Etis Salah

Edukator hoaks Covid-19, dr RA Adaninggar SpPD. Instagram/@drningz.

POJOKSATU.id – Dokter spesialis penyakit dalam, dr Adaninggar SpPD mengatakan booster vaksin Covid-19 secara klinis benar, tetapi secara etik salah.


Hal itu dikatakan dr Adaninggar saat menjawab pertanyaan seputar booster vaksin Covid-19 yang sedang ramai diperbincangkan.

BACA: Mengapa Orang Divaksin Masih Kena Covid? Ini Jawaban dr RA Adaninggar

Menurut dr Adaninggar, booster vaksin Covid-19 adalah hal yang biasa dilakukan.


Penyebaran Covid-19 varian Delta yang sangat mudah menular telah mengubah sains.

Dokter cantik yang akrab disapa dr Ning ini mengatakan perlindungan vaksin memang jadi tidak seideal hasil uji awal.

Karena itulah booster vaksin Covid-19 mungkin memang diperlukan untuk memperkuat dan memperlama kerja antibodi.

“Namun vaksin sendiri sebenarnya terbukti efektif dalam mengurangi gejala berat dan kematian,” beber dr Ning, dikutip dari akun Instagramnya, @drningz, Kamis (7/10).

BACA: Covid-19 Singapura Cetak Rekor, dr Ning Minta RI Waspada, Prokes Jangan Kendor!

Sejak dulu suntikan vaksin lebih dari 2x sudah biasa seperti Hepatitis B, Polio dll. Namun memang di era pandemi sangat sulit melakukan uji klinis dengan interval yang berbeda-beda

Dikatakan dr Ning, perlindungan vaksin itu pada prinsipnya adalah kekebalan komunitas, bukan individu.

“Jadi bila cakupan vaksin belum merata, maka pemberian booster tidak etis dan belum menjadi prioritas,” katanya.

Kalaupun booster itu nanti akan diberikan, tetap prioritasnya adalah untuk orang-orang yang sistem imunnya lemah dan diperkirakan tidak bisa membentuk kekebalan optimal sebagai respon vaksin yaitu lansia dan para penderita komorbid.

Selain vaksin, penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat juga terbukti efektif mencegah penyebaran Covid-19.

dr Adaninggar tak henti-hentinya menimbau masyarakat untuk disiplin prokes, seperti memakai masker, menjaga jaral dan menghindari kerumunan. (one/pojoksatu)