Benarkah Air Kelapa Menetralkan Vaksin Covid? Ini Kata dr Ning

dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (dok dr RA Adaninggar).
dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (dok dr RA Adaninggar).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebagian orang percaya air kelapa menetralkan vaksin Covid-19. Karena itu, mereka mengonsumsi air kelapa usai vaksinasi.


Mereka percaya bahwa air kelapa dapat membantu meredakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

BACA: Bagikan Tips Aman Isolasi Mandiri, Ternyata dr RA Adaninggar Pernah Isoman

Disebutkan air kelapa dapat meredakan demam dan nyeri akibat vaksinasi Covid-19.


“Saya nyiapin air kelapa buat diminum setelah vaksin. Katanya air kelapa menetralkan vaksin Covid-19. Kalau minum air kelapa, vaksinnya gak bikin demam,” ucap warga Bogor, Ijah Khodijah (36) saat hendak melakukan vaksinasi.

Ijah mengaku mendengar informasi itu dari tetangganya yang sudah ikut vaksinasi.

“Orang di kampung saya rata-rata begitu. Mereka nyiapin air kelapa buat diminum saat vaksin,” tambahnya.

Selain air kelapa, sebagian masyarakat juga mengkonsumsi pil pereda panas sebelum disuntik vaksin.

“Ada juga tetangga saya minum pil sebelum vaksin. Ternyata benar, gak ada efek samping, gak demam, gak nyeri juga setelah divaksin,” bebernya.

BACA: Covid-19 Singapura Cetak Rekor, dr Ning Minta RI Waspada, Prokes Jangan Kendor!

Menanggapi hal itu, dokter spesialis penyakit dalam, dr RA Adaninggar SpPD mengatakan air kelapa tidak menetralkan vaksin Covid-19.

“Vaksin kan bukan racun, apanya yang mau dinetralkan,” kata dr RA Adaninggar saat dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (7/10).

Tidak ada hubungan khusus antara air kelapa dengan KIPI.

Secara umum mengkonsumsi air kelapa memang bisa membantu meredakan dehidrasi karena air kelapa  mengandung elektrolit.

“Air kelapa isinya air dan elektrolit, bisa untuk dehidrasi aja,” ucap dokter yang akrab disapa dr Ning ini.

Terkait kebiasaan sebagian warga mengkonsumsi pil pereda panas sebelum vaksinasi, dr Ning menyarankan agar sebaiknya dihindari.

Menurut dr Ning, mengkonsumsi obat pereda panas sebelum disuntik vaksin Covid-19 bisa mengganggu pembentukan antibosi.

Mengkonsumsi obat pereda panas hanya boleh dilakukan usai vaksinasi.

“Pil pencegah ini biasanya obat-obat penurun panas. Tidak disarankan diminum sebelum vaksin karena bisa mengganggu pembentukan antibodi. Hanya boleh diminum bila memang setelah vaksin muncul gejala efek,” tandas dr Ning.

Ia menegaskan fek demam dan nyeri yang timbul setelah vaksinasi adalah kondisi wajar yang terjadi.

“Itu menandakan tubuh berespon membentuk imunitas setelah vaksin, tidak perlu dicegah-cegah reaksinya karena tidak berbahaya,” tandas dr Ning.

dr Ning mengimbau masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera vaksin. Sebab, vaksin merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19.

Edukator hoaks Covid-19 ini juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Terakhir, dr Ning mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat (one/pojoksatu)