Siswa SMP Disetrum Polisi Hingga Kaki Patah, Lapor ke Polda Hari Ini

Siswa SMP yang disetrum polisi dan diinjak kakinya hingga patah masih menjalani perawatan di rumah sakit. (Istimewa).

POJOKSATU.id, BALI – Seorang siswa SMP disetrum polisi dan kakinya diinjak hingga patah. Persitiwa itu terjadi saat siswa SMP berinisial MR (14) itu sedang menonton balapan liar beberapa waktu lalu.


Kasus dugaan siswa SMP disetrum polisi dan kakinya dipatahkan telah memasuki babak baru.

Joni Lay, kuasa hukum keluarga korban mengaku akan melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Bali hari ini, Rabu (6/10).

Kepada radarbali.id (jaringan pojoksatu.id) kuasa hukum MR, AKBP (Purn) Joni Lay mengatakan bahwa sebenarnya laporan tindak pidana hendak dilakukan atau dilayangkan pada Selasa (5/10).


Namun, hal itu diurungkan lantaran MR harus dibawa ke RS karena kontrol Kesehatan, terutama terkait patah kaki yang dialami usai penganiayaan tersebut.

“Ya, karena jadwal kontrol sehingga, Rabu besok pagi (hari ini) kita lapor ke SPKT (Polda Bali) terkait tindak pidana,” jelas Joni.

Sekadar diketahui, sebelumnya kaasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Bali. Kasus laporan etik ini masih bergulir di Propam.

Propam sudah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan mendapatkan salinan rekaman CCTV di dekat kejadian khususnya di Restoran The Hub, Jalan By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar.

Kronologi Siswa SMP Disetrum Polisi

Dalam laporan ke Propam, siswa SMP kelas IX berinisial MR mengaku dianiaya polisi pada Sabtu (25/9) dini hari.

Saat itu, dia sedang menonton balap liar di Jalan By Pas Ngurah Rai. Seketika datang polisi membubarkan balap liar dan menangkapi mereka.

MR sempat kabur dengan sepeda motornya, namun ditendang. Ia akhirnya disetrum, kemudian kakinya diinjak hingga patah.

Akibat kejadian itu kaki MR dioperasi di RS BROSS Denpasar hingga menghabiskan biaya sekitar Rp100 juta.

Di tengah penyidikan Bidang Propam Polda Bali, ternyata ada beberapa orang yang datang ke The Hub untuk meminta rekaman CCTV. Tiga orang pria mengaku dari Ditreskrimum Polda Bali.

Namun, Dir Reskrimum Polda Bali, Kombespol Ary Satriyan menegaskan pihaknya sudah mengecek seluruh anggotanya dan dipastikan tiga orang yang datang itu bukan dari Ditreskrimum Polda Bali.

Kata Ary, tidak orang tersebut dipastikan sengaja mencatut nama Ditreskrimum Polda Bali. (dre/yor/jpr/radarbali)