Prof Jimly Ungkap Beberapa Kali Minta Proyek Masjid Sriwijaya Dibatalkan, Namun Tak Didengar

Prof Jimly Asshiddiqie

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kejati Sumsel menuding Jimly Assiddhiqie 3 kali mangkir panggilan. Menanggapi ini, Prof Jimly menyebut sudah beberapa kali minta proyek Masjid Sriwijaya dibatalkan.

Prof Jimly juga membeberkan kronologi rencana proyek pembangunan Masjid Sriwijaya.

Prof Jimly menceritakan kronologi rencana pembangunan proyek pembangunan Masjid Sriwijaya.

Prof Jimly mengaku dialah yang mengusulkan pembangunan masjid.


Menurutnya, usul tersebut juga disetujui oleh tokoh-tokoh Sumatera Selatan (Sumsel) masa itu.

“Kesaksian saya untuk mendukung penuntutan jaksa. Karena ide bangun masjid dari saya, dan saya juga yang terima tanah wakaf,” jelas Jimly saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/10/2021).

“Lalu kami kumpul tokoh-tokoh Sumsel, seperti Pak Taufik Kiemas, Hatta Rajasa, Marzuki Alie dan lain-lain untuk bangun masjid,” katanya lagi.

Menurutnya, pemerintah setempat yang menawarkan lokasi khusus untuk dibangun Masjid Sriwijaya.

Jimly mengaku tak mengira lokasi yang ditawarkan pemerintah setempat justru bermasalah.

“Tapi oleh pemda ditawari pindah ke tanah yang lebih luas, akhirnya kami setuju dengan asumsi tidak ada masalah tanah,” ungkap Jimly.

“Ternyata di kemudian hari tanahnya bermasalah, digugat sampai dengan ke MA dan pemda kalah,” katanya lagi.

“Akibatnya proyek masjid mangkrak, dan merembet-rembet ke urusan tipikor. Silakan tanya saja ke pengurus yayasan dan ke pihak kejaksaan,” jelas Prof Jimly lagi.

Namun Jimly enggan lebih jauh menanggapi sampai ke teknis pembangunan Masjid Sriwijaya.

Dia mengaku pernah menyarankan agar yayasan dan proyek pembangunan dibatalkan.

Namun tidak didengar.

“Makanya tanya pengurus saja, juga panitianya semua di Palembang. Pembina tidak ikut campur masalah teknis. Ini sudah mangkrak10 tahun,” jelasnya dilansir detikcom.

“Saya sendiri sudah tawarkan ke Gubernur supaya yayasan dibubarkan dan proyek dibatalkan saja, tapi semua keberatan. Mudah-mudahan saja cepat selesai, yang bersalah ditindak dan rencana masjid jalan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jimly mengaku sudah memberikan keterangan saat kasus Masjid Sriwijaya masih di tahap penyidikan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga mengaku telah mengirimkan keterangan tertulis ke pengadilan.

“Ke pengadilan juga disampaikan keterangan tertulis sepanjang yang dibutuhkan. Tanya jaksa saja, kan ada surat menyurat resmi, keterangan tertulis lengkap dari saya. Silakan,” sebutnya.

Seperti diketahui, anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie, disebut tiga kali mangkir dari sidang kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya.

Jimly disebut tak hadir tanpa keterangan pada tiga kali panggilan sebagai saksi.

“Untuk saksi Jimly Asshidiqie, kita sudah lakukan pemanggilan, namun belum ada keterangan hingga saat ini. Sudah tiga kali mangkir,” kata Kepala Seksi Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejati Sumsel, M Naimullah, kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Naimullah mengatakan pihaknya perlu mendengar keterangan Jimly sebagai saksi dalam persidangan.

Dia mengatakan Jimly dipanggil sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Eddy Hermanto dkk. (ral/int/pojoksatu)