Pengelola Apartemen Sentra Timur Pulogeng Penuhi Panggilan Polisi Terkait Praktik Prostitusi Anak, Polisi Bilang Gini

Prostitusi online
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengelola Apartemen Sentra Timur, Pulogebang, Jakarta Timur, akhirnya memenuhi panggilan polisi terkait praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di sana.


Pengelola menjalani pemeriksaan pada Selasa, 5 Oktober 2021 kemarin.

“Sudah datang kemarin sore kami periksa dengan total 26 pertanyaan,” ucap Kepala Unit (Kanit) IV Subdirektorat Remaja, Anak, dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Dedi kepada wartawan, 6 Oktober 2021.

Pengelola yang tak dirinci identitasnya tersebut diperiksa soal pekerjaannya pada apartemen itu. Pemeriksaan guna mencari penanggung jawab tempat yang jadi lokasi prostitusi anak di bawah umur tersebut.


“Pemeriksaan untuk mencari tahu job desknya, mekanismenya seperti apa, siapa yang bertanggung jawab di tower-tower tersebut,” ujar Dedi.

Kata Dedi, pihaknya mendapati Tower Kuning yang punya enam unit kamar di sana jadi tempat prostitusi anak.

Salah satu kamar di tower tersebut dijadikan tempat penyekapan korban MF (17).

Kata dia, tidak dipungkiri ada tower lain yang mungkin jadi tempat pekerja seks komersial (PSK), tapi penyidikan ini fokus pada anak di bawah umur.

“Sangat memungkinkan lebih dari enam unit, tapi kami fokus ke kasus prostitusi anak saja yang MF disekap,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan segera memeriksa pengelola Tower Kuning Apartemen Sentra Timur, Pulogebang, Jakarta Timur.

Pemeriksaan ini guna mengungkap jaringan prostitusi anak di bawah umur di sana.

Dedi menambahkan ada pengelola secara umum dan khusus di apartemen tersebut.

“Minggu depan rencananya diperiksa. Dalam satu tower (kuning) itu ada enam unit diungkap. Kita dapati korban tiga, muncikari dua. Muncikari masih bisa dikembangkan ke atasnya lagi masih kami upayakan,” kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Apartemen Sentra Timur, Pulogebang, Jakarta Timur, digerebek polisi.

Sebanyak tiga anak yang menjadi korban eksploitasi, turut diamankan saat penggerebekan terjadi.

Praktik esek-esek ini terkuak, setelah polisi mendapat laporan dari salah satu orangtua korban. Anak mereka yang berinisial MF (17) tidak kunjung pulang setelah izin bermain dengan temannya sejak awal September 2021 lalu.

“Sekitar tanggal 24 September 2021 pelapor ibu kandung korban mengetahui ada akun MiChat yang menawarkan foto anak korban untuk prostitusi di Apartemen Sentra Timur,” ucap Kepala Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Pujiyarto kepada wartawan, Kamis 30 September 2021.

Dari informasi itu, lantas pihaknya melakukan penggerebekan pada Rabu 29 September 2021 kemarin. Polisi mendapati MF dan dua anak di bawah umur lainnya yakni berinisial SIR (16) dan AJ (17) yang jadi korban eksploitasi seksual. Dia menambahkan, joki dalam kasus ini berinisial MH (17) dan DZ (17).

“Serta beberapa orang joki yang menjajakan anak di bawah umur untuk layanan seksual,” katanya.

(dhe/pojoksatu)