Kubu Moeldoko Desak SBY dan AHY Minta Maaf Langsung ke Megawati, Mungkinkah?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Demokrat kubu Moeldoko mendesak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY meminta maaf langsung kepada Megawati Soekarnoputri.


Itu terkait dengan pernyataan anak buahnya Herzaky Mahendra yang menuding Megawati menggulingkan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Demikian disampaikan juru bicara (Jubir) Partai Demokrat kubu Moeldoko dalam keterangannya kepada wartawan diterima Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

“Jika tidak benar kita mendesak SBY dan AHY menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan kesatria kepada Megawati,” ujarnya.


Rahmad juga meminta bapak anak itu menjelaskan kepada masyarakat Indonesia maksud dan tujuan ucapan Herzaky tersebut.

“SBY atau AHY harus menjelaskan secara langsung kepada rakyat Indonesia. Apakah disampaikan Herzaky itu bagian dari doktrin di dalam DPP asuhan SBY,” ungkapanya.

Namun, lanjut Rahmad, jika SBY dan AHY tidak mau menjelaskan hal tersebut, maka fakta kebohongan DPP asuhan SBY yang mengklaim berkoalisi dengan rakyat itu akan makin lengkap.

“Akan sangat sulit dipercaya kata-kata yang keluar dari mulut pembohong, bentuk kebohongan yang nyaris sempurna adalah manipulasi isi AD ART Partai Demokrat tahun 2020 yang memasukkan SBY sebagai pendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan minta maaf kepada PDI-Perjuangan karena ucapannya.

Hal tersebut disampaikan karena telah menuding Megawati Soekarnoputri mengkudeta Presiden ke-4 RI Abdurahchman Wahid alias Gus Dur kala itu.

Sehingga Ketua Umum PDIP itu menduduki posisi Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) menggantikan posisi Gus Dur.

Juri bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra mengatakan, bahwa apa yang ia disampaikan tersebut merupakan bentuk kekeliruannya.

“Mohon maaf saya kepleset lidah saat tanya jawab setelah konferensi pers,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/2021).

Herzaky berharap agar pihak-pihak yang tidak berkenan dengan pernyataannya tersebut bisa membukakan pintu maaf terhadap dirinya.

“Yang saya maksud, Ibu Megawati menggantikan Gusdur. Saya mohon maaf kepada siapapun tidak berkenan atas kekeliruan ini, terima kasih,”

Herzaky mengaku, bahwa dirinya merupakan pengagum Gusdur dan Megawati Soekarnoputri, karena itu tidak mungkin dirinya mengatakan hal tersebut.

“Saya ini pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan presiden,” ungkapnya. (muf/pojoksatu)