Pembunuhan Ibu & Anak di Subang Belum Terungkap 45 Hari, ICK Khawatir Polisi Percaya Hal Mistik

Foto semasa hidup Amalia Mustika Ratu (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Presedium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin mewanti Polri tak terpengaruh info berbau mistik terkait pembunuhan ibu dan anak di Subang.


Diketahui, ada hal berbau mistik yang beredar di masyarakat terkait pelaku pembunuhan Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat.

Sebaiknya tim dari Bareskrim yang tengah menyelidiki kasus pembunuhan itu tetap fokus dalam penyelidikan sesuai bukti, keterangan saksi dan hasil olah TKP di lapangan.

“Polisi jangan sampai terseret atas berbagai pernyataan yang mengarah pada mistik. Mengingat pasca insiden pembantaian ibu dan anak kandung marak pernyataan mistik di medsos,” kata Gardi dalam keterangannya yang diterima Pojoksatu.id, Selasa (5/10/2021).


Gardi menilai, banyaknya pernyataan paranormal terkait siapa pembunuh ibu dan anak ini sengaja dimunculkan pihak tertentu.

Tujuannya untuk mempengaruhi penyelidikan yang dilakukan polisi agar pengungkapan kasus tersebut berlarut-larut.

“Ini sangat berbahaya. Polisi harus jeli dan teliti menyikapinya,” ujarnya.

Gardi khawatir, bila polisi mulai percaya dengan isu-isu mistis itu, nanti yang dituduh sebagai pelaku bukan orang sebenarnya.

“Ini sangat berbahaya. Salah tangkap, orang tidak bersalah harus menanggung hukumannya. Polisi wajib akurat, dan presisi menyikapinya,” ujar Gardi.

Karena itu, Gardi pun menyarakan, tim penyidik di lapangan fokus pada keterangan saksi, barang bukti dan hasil olah TKP.

Apalagi pemeriksaan terhadap saksi sudah mengerucut pada 4 saksi, yakni Yosef (54) suami dari Tuti dan ayah dari Amalia, Yoris (34) anak Yosef, Mimin istri muda Yosef. Termasuk saksi Danu, kerabat dari keluarga korban.

“Polisi harus tetap fokus pada keterangan para saksi”, ujar Gardi.

Seperti diketahui, warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat ditemukannya korban.

Puluhan saksi sudah dimintai keterangan tim penyidik gabungan Bareskrim Polri, namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda yang mengarah kepada pelaku pembunuhan korban bernama Tuti dan putrinya Amalia.

Sementara itu, polisi juga melakukan autopsi ulang kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2021) sore.

Polisi memasang tenda di atas makan Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu, dan mengerahkan tukang gali kubur.

Lewat autopsi ulang ini polisi ingin mencari fakta dan bukti baru kasus pembunuhan sadis yang dilakukan terencana ini.

Jasad Tuti Suhartini dan Amalia sendiri sudah dikubur sekitar 45 hari sejak penemuan mayat keduanya di mobil Toyota Aphard.

Autopsi dilakukan oleh Polda Jawa Barat dan melibatkan tim forensik dari Mabes Polri.

Tuti Suhartini (55) bersama putrinya Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tidak bernyawa di dalam bagasi mobil alphard yang terpakir di garasi rumah, Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat, Rabu (18/8/2021) pagi. (fir/pojoksatu)