Soal Rasisme ke Jokowi, Natalius Pigai Bakal Kena Pasal Berlapis, Pelapor: Sudah Pasti Memancing Kemarahan KKB

Kelompok Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) melaporkan mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai ke Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengacara BaraNusa, Zaenal Arifin mengungkapkan alasan Polda Metro meminta pihaknya agar laporan terhadap Natalius Pigai itu dilayangkan langsung ke Mabes Polri.


Alasannya selain kasus itu merupakan isu nasional, laporan kasus dugaan rasisme terhadap presiden Jokowi itu akan menjadi kuat bila LP nya sudah masuk di Mabes Polri.

“Kita tadi sudah ke SPKT dan ini Polda tidak nolak tapi minta diperkuat di Mabes Polri. Karena ini isu nasional,” kata Arifin di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).

Arifin menyebut, rasisme Pigai itu juga bisa memicu reaksi kemarahan kelompok KKB.


“Ini isu nasional kemudian disangkut paut sama kkb di Papua itu bisa meledak lagi,” ujarnya.

Karena itu, Arifin menilai atas ulah Pigai itu bisa terancam pasal berlapis yakni Pasal 54a ayat 2, Pasal 28 ayat 2, Pasal 16 UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan diskriminasi dan etnis, dan Pasal 156 KUHP.

“Bisa kena pasal berlapis,” ujarnya.

Sebelumnya, Natalius Pigai menjadi sorotan karena dinilai telah menyampaikan pesan rasialisme kepada Jokowi dan Ganjar di akun Twitter miliknya @NataliusPigai2.

“Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan),” tulis Pigai dalam akun Twitter-nya, Jumat (1/10/2021).

Meski demikian, Pigai sendiri telah membantah tudingan yang diarahkan kepadanya. Pigai menyebut bahwa komentarnya ini bukanlah rasisme. Ia berdalih soal “Jawa Tengah”, “Jokowi” dan “Ganjar” adalah aksioma.

“Itu tidak ada rasis itu. Itu hanya dua oknum yang namanya Jokowi dengan Ganjar, itu tidak ada rasis,” kata Pigai.

“Ke siapa rasisnya? Mereka berasal dari Jawa Tengah itu aksioma. Matahari terbit dari timur itu aksioma. Jokowi dengan Ganjar dari Jawa Tengah itu aksioma. Nggak ada rasis di situ,” ucapnya.

(fir/pojoksatu)