Tampung 57 Eks Pegawai KPK, Menko Polhukam Dianggap Menjerumuskan Kapolri Jenderal Sigit

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat Politik Rudi S Kamri mengatakan Menko Polhukam Mahfud MD dianggap menjerumuskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal 57 eks pegawai KPK akan dijadikan ASN Polri.

Menko Polhukam Mahfud MD dianggap akan menjerumuskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jika mau menampung Novel Baswedan dkk atau eks pegawai KPK tak lolos TWK itu.

Rudi S Kamri yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (ILKAB) ini mengatakan, Novel Baswedan dkk secata nyata tak lolos dalam seleksi TWK pegawai KPK.

“Saya tidak berkehendak mengatakan atau menjudge bahwa 56 orang ini tidak nasionalis, tapi kenyataannya mereka tidak lolos,” kata Rudi dalam video yang diunggah di akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Jumat malam (1/10).


“Mengapa tiba-tiba Polisi begitu mudah menerima mereka?” ujarnya lagi.

Rudi S Kamri mengaku usulan Kapolri yang akan menampung Novel Baswedan dkk akan menimbulkan dampak lain, baik kecemburuan masyarakat maupun anggota Polri lainnya.

“Apakah ini tidak membahayakan institusi Polri? Apakah ini tidak menimbulkan kecemburuan atau mungkin rasa ketidakenakan dari sesama anggota Polri yang di bawah?” kata Rudi S Kamri.

Rudi juga menyoroti pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD soal eks pegawai KPK ini.

Menurut Rudi, pernyataan Mahfud MD justru menjerumuskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

“Ini menurut saya ucapan Pak Mahfud juga tidak elegan. Pak Mahfud ini Menkopolhukam, tapi tidak wise menurut saya, agak menjerumuskan Kapolri,” jelasnya.

“Karena kasihan Kapolri ini, yang punya itikad baik seharusnya diluruskan, diberikan pertimbangan bahwa ini akan menimbulkan keriuhan dalam sistem ketatanegaraan kita,” jelas Rudi.

“Ada sekelompok orang yang tidak diterima di sini, kemudian ditampung di Polri. Ini menurut saya kok tidak sehat ya?” kata Rudi menutup seperti dikutip dari RMOL (Group Pojoksatu.id). (ral/rmol/pojoksatu)