Kini Giliran ICW Bersuara: Pimpinan KPK Dalang Utama di Balik TWK, Jokowi Harus Tegur!

Presiden Jokowi. Foto Reprd Youtube Sekretariat Presiden

POJOKSATU.id, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) ikut bersuara mengenai 57 eks pegawai KPK. ICW menuding pimpinan KPK dalang utama di balik TWK dan Presiden Jokowi harus menegur.


Menurut Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Jumat (1/10/2021), jika pemerintah menganggap tes TWK pegawai KPK itu bermasalah hingga 57 pegawai KPK harus ditempatkan di instansi lain.

Maka hal itu harus diterangkan secara jelas dan terang benderang kepada masyarakat oleh Pemerintah Jokowi.

Kurnia Ramadhana menyebut Presiden Jokowi juga harus menegur dan mengevaluasi kinerja pimpinan KPK yang menjadi dalang utama di balik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini.


“Dengan mendelegasikan kepada Kapolri untuk menyampaikan perihal penempatan 56 pegawai KPK, maka hal itu menandakan Presiden tidak menghargai rekomendasi yang telah dibuat oleh Ombudsman dan Komnas HAM,” tegas peneliti ICW ini lagi.

ICW juga mendesak Presiden Jokowi menyampaikan secara langsung perihal tindak lanjut polemik pemecatan Novel Baswedan dkk dari KPK.

ICW minta Jokowi tak mendelegasikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seoleh menjadi tameng dalam kasus ini.

“Sebab, pihak yang dituju berdasarkan rekomendasi Ombudsman, Komnas HAM, dan Mahkamah Agung, adalah Presiden, bukan Kapolri,” jelas Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan.

“Hal ini penting untuk disampaikan secara terus-menerus agar Presiden tidak kebiasaan menggunakan model politik lempar tanggung jawab kepada pihak lain,” katanya lagi dilansir detikcom.

Seperti diketahui, 57 mantan pegawai KPKmendatangi KPK pada Kamis (30/9) dan mengembalikan kartu identitas pegawai KPK milik mereka.

Terhitung sejak 30 September 2021, sebanyak 57 orang itu sudah tidak lagi menjadi bagian KPK, salah satunya Novel Baswedan. (ral/int/pojoksatu)