Eks Kader Demokrat Ini Tuding Novel Baswedan Dkk Cuma Mau Ganggu Presiden Jokowi

Novel Baswedan
Novel Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks kader Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding Novel Baswedan dkk Cuma mengganggu Jokowi menyusul langkah penyidik KPK Rieswin Rachwell mengantarkan petisi ke Istana Negara.

Ferdinand yang juga Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat ini merasa Novel Baswedan dkk cuma merecoki Presiden Jokowi saja.

Ferdinand menyatakan pandangannya ini menyusul langkah penyidik KPK Rieswin Rachwell mengantarkan petisi dari Gerakan Anti Korupsi (GAK) untuk Presiden Jokowi ke Istana Negara Jakarta, Kamis (30/9).

Petisi disebut telah ditandatangani 70 ribu orang yang mendesak agar Jokowi segera bersikap dan membatalkan (TWK) pegawai KPK.


Alasannya, TWK bagi pegawai KPK ini penuh dengan malaadministrasi dan melanggar HAM.

“Kalau begini, Novel dan kawan-kawan sepertinya cuma mau merecok Presiden Jokowi saja,” ujar Ferdinand dalam keterangannya, Sabtu (2/10).

Mantan politikus Partai Demokrat ini kemudian mengemukakan argumentasinya untuk memperkuat dugaan yang dimaksud.

Pertama, presiden menurutnya tidak bisa membatalkan hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Presiden tidak bisa kembatalkan hasil TWK yang sudah final, bahkan putusan Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) semua sudah mengadili dan final,” ucapnya.

Alasan kedua, pemerintah lewat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, juga telah menawarkan untuk mengangkat para mantan pegawai KPK yang tidak lolos TWK menjadi ASN di Bareskrim Polri.

“Kemudian, kebijakan pemerintah pun sudah menawarkan untuk menjadi ASN di Polri dengan pertimbangan khusus,” jelasnya.

“Makanya, kalau begini (desak presiden batalkan TWK) patut diduga Novel dan kawan-kawan mau merecok presiden saja. Tolak,” katanya. (ral/jpnn/pojoksatu)