dr Ning Ungkap Pentingnya Vaksinasi Covid Ibu Hamil Dan Menyusui

dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (Dok dr Ning).
dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (Dok dr Ning).

POJOKSATU.id – Dokter spesialis penyakit dalam, dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD yang biasa dipanggil dr Ning SpPD mengungkap pentingnya vaksinasi Covid ibu hamil dan menyusui.

dr Ning mengatakan bahwa vaksinasi Covid ibu hamil dan menyusui sangat penting.

BACA: Mengapa Orang Divaksin Masih Kena Covid? Ini Jawaban dr RA Adaninggar

Menurut dr Ning, wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami Covid berat dibanding yang tidak hamil. Peningkatan risiko kematian 70% pada ibu hamil dengan Covid bergejala.


Ia menambahkan, risiko penularan Covid dari ibu menyusui ke bayinya lebih tinggi karena adanya kontak erat fisik. Sedangkan tindakan menyusui sangat penting untuk bayi dan anak.

Antibodi yang dihasilkan oleh tubuh ibu hamil dan menyusui akibat rangsangan vaksin akan bisa melindungi ibu dan bayi (imunisasi aktif dan fasif).

Antibodi dari ibu bisa ditransfer lewat ASI dan plasenta (imunisasi pasif).

Lebih jauh dr Ning menjelaskan antibodi yang dihasilkan setelah vaksin akan masuk ke kelenjar payudara ibu dan akan masuk ke dalam air susu ibu (ASI).

BACA: Hoax, WHO Tak Rekomendasikan Vaksinasi Covid Bagi Ibu Hamil

Saat bayi minum ASI, antibodi bukan masuk ke aliran darah, namun nantinya akan melapisi mukosa mulut, tenggorokan, dan saluran cerna dan kemudian dicerna. Hal ini akan mencegah virus menginfeksi bayi atau anak.

Secara teori, kata dia, antibodi yang ditransfer dari ibu akan memberikan penrlindungan sementara pada bayi dan anak.

Kendati demikian, belum diketahui seberapa kuat dan seberapa lama efek perlindungannya.

“Yang paling baik adalah tetap merangsang pembentukan kekebalan sendiri oleh ibu bayi/anak dengan vaksin. Namun selama vaksin belum tersedia, imunisasi pasif ini bisa menjadi pilihan terbaik,” beber dr Ning, Jumat (1/10).

Ibu Hamil Takut Vaksin Karena Info Hoaks

Meski manfaatnya sangat besar, banyak ibu hamil dan menyusui masih ketakutan melakukan vaksinasi karena mendapat informasi hoaks.

“Masih banyak juga misinformasi yang menakut-nakuti para ibu hamil dan menyusui sehingga tidak berani divaksinasi Covid,” kata dr Ning.

“Pada prinsipnya sekali lagi, manfaat vaksin jauh melebihi risikonya,” sambungnya.

Dengan vaksinasi, ibu hamil dan ibu menyusui akan terlindungi karena risiko Covid berat dan kematian tinggi pada ibu hamil.

Menurutnya, update-update bukti mengenai keamanan dan efektivitas vaksin pada bumil dan ibu menyusui terus berkembang.

“Carilah informasi yang valid dan benar supaya tidak mudah mempercayai misinformasj yang akhirnya merugikan,” bebernya.

Di Indonesia, kata dia, vaksin Covid pada ibu hamil dapat diberikan setelah usia kehamilan 12 minggu dan menggunakan vaksin Sinovac, Pfizer, maupun Moderna.

“Sedangkan untuk ibu menyusui boleh diberikan vaksinasi apapun seperti populasi umum yang bukan ibu menyusui tanpa ada jeda interval atau waktu khusus,” tandas dr Ning. (one/pojoksatu)