Penyidik KPK Pamit: Saya Bangga Diberhentikan dari KPK karena Menolak Dipimpin Pelanggar Kode Etik

Rieswin Rachwell, Penyelidik KPK yang menjadi salah satu dari 58 pegawai KPK yang dipecat karena tak lolos TWK. Foto Tangkapan layar film KPK The End Game

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rieswin Rachwell, penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) salah satu dari 58 pegawai KPK yang dipecat, pamit dengan penuh rasa bangga.

58 pegawai KPK itu dipecat lantaran dinyatakan tak lolos TWK sebagai persyaratan alih status menjadi ASN.

Salam perpisahan itu disampaikan Rieswin Rachwell melalui surat elektronik internal pegawai KPK, Kamis (30/9/2021).

BACA: Polri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK, Pakar Hukum Terheran-heran: Tidak Lolos TWK kok Ditarik Polri?


Dalam surat salinan yang didapatkan JawaPos.com (jaringan PojokSatu.id), Rieswin Rachwell sama sekali tak menyesalkan pemecatan dirinya.

Sebaliknya, Rieswin malah mengutarkan sederet kebanggaannya dipecat dari KPK atas beberapa alasan.

Rieswin menyatakan, sebagai korban kesewenang-wenangan Pimpinan KPK mengatakan, dirinya bangga diberhentikan karena dinilai tidak berwawasan kebangsaan.

“Saya bangga diberhentikan dari KPK, karena saya menginginkan koruptor dihukum berat dan dirampas harta benda hasil korupsinya,” ujarnya.