Penggerebekan Prostitusi Online di Apartemen Jaktim, Orang Tua Korban Ungkap Hal Mengejutkan, Polisi Bilang ini Modus Baru

Prostitusi online
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto mengatakan, modus prostitusi anak di bawah umur di Apartemen Sentra Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur terbilang baru.

Pasalnya modus awal dua mucikari merekrut korban anak di bawah umur itu terlebih dulu memacari korban.

Ketika kedua joki atau mucikari itu sudah meniduri para korban. Barulah para joki menawarkan para wanita tersebut ke para pria hidung belang.

“Modus kedua joki menjadikan korban terlebih dulu sebagai pacar, diajak menginap di apartemen berhbungan badan, barulah korban ditawarkan ke pria hidung belang lewat aplikasi MiChat,” kata kata AKBP Pujiyarto dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).


Kasus tersebut terungkap, saat orang tua salah satu korban bisnis lendir itu melihat foto anaknya terpajang di media sosial untuk ditawarkan prostitusi online di Apartemen Sentra Timur tersebut.

Saat itulah, orang tua korban MF (17) membuat laporan ke pihak polisi.

Berbekal laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penggerebekan apartemen tersebut.

“Kita berhasil amankan tiga anak di bawah umur, dan dua jokinya juga sudah kita amankan, rata berumur 17 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Kali ini bisnis lendir itu digerebek di Apartemen Sentra Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Dalam kasus ini tiga anak di bawah yang diduga menjadi korban prostitusi online tersebut berhasol diamankan, ketiganya yakni MF (17), AJ (17), serta SIR (16).

Dari penggerebakan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang hasil booking out (BO) sebanyak Rp600 ribu, dua kondom yang belum terpakai, hingga screenshot chat penawaran dalam aplikasi MiChat.

(fir/pojoksatu)