Mati Lampu Hampir 6 Jam di Tambangan, Pemilik Warung Mengeluh, Ini Tanggapan PLN

Listrik PLN (ist)

POJOKSATU.id, TAMBANGAN— Kejadian listrik PLN mati berjam-jam kembali terjadi di wilayah Tambangan, Mandailing Natal, Sumut. Selama hampir 6 jam lampu atau listrik PLN padam.


Kejadian listrik PLN mati ini terjadi mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB, Rabu (29/9/2021). Listrik PLN ini mati persis sebelum kumandang Azan Magrib di beberapa desa di Kecamatan Tambangan.

Selain dikeluhkan warga yang ingin melaksanakan sholat Magrib dan Isya di masjid-masjid, pemilik usaha di kampung, dalam hal ini pemilik warung kopi, mengeluhkan kondisi listrik PLN yang mati.

“Pelanggan sama sekali tak mau datang kalau mati lampu, malas mereka keluar rumah,” keluh Febri Ananda (26) pemilik warung kopi di Sabarimbahan, Tambangan, Mandailing Natal, Kamis (30/9).


Sebagai pedagang di kampung, dia sangat berharap listrik PLN selalu menyala siang dan malam.

Sebab hal itu berkaitan dengan berbagai macam alat elektronik yang dia pergunakan dalam berusaha.

Di samping itu, listrik PLN yang menyala juga akan menyebabkan orang mau keluar rumah malam hari, sehingga warung seperti miliknya akan ramai pengunjung.

“Kalau hidup lampu PLN, orang pun senang keluar rumah dan mau ke warung untuk minum kopi,” jelasnya lagi.

“Uang masuk tak ada kalau mati lampu PLN malam hari. Saya ini belum sanggup beli genset,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Humas PLN Wilayah Sumut, Yasmir, mengatakan bahwa mati listrik PLN di wilayah Tambangan sekitar selama berjam-jam disebabkan beberapa gangguan.

“Untuk gangguan hasil pelacakan petugas ULP Kotanopan, ada kabel icon yang mengenai jaringan HUTM Penyulang YB03, saat ini sudah menyala info dari unit,” jelasnya lagi.

Lamanya perbaikan listrik PLN diakui oleh Manajer Humas Yasmir.

Yasmir berkilah bahwa penyebab mati lampu yang lama karena terganggunya penyulang dari Gardu Induk di Panyabungan.

“Iya Pak, memang karena saat ini penyulang YB 03 di supply dari Gardu Induk Panyabungan. Jadi jika terjadi gangguan, proses pelacakan gangguannya memakan waktu,” jelasnya.

“Saat ini sudah direncanakan untuk pembangunan penyulang baru dari Sumatera Barat,” tambahnya lagi. (ral/pojoksatu)