Semua Kena Prank, Korban Penembakan di Tangerang Kesehariannya Bukan Ustad

Rilis kasus penembakan ustad di Tangerang oleh Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

“Dia dipanggil ustad karena menjadi ketua majelis taklim. Tapi dia tidak mengajar ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama,” terangnya.

Selain itu, kata Tubagus, penembakan korban juga tak ada kaitannya dengan korban sebagai ketua majelis taklim.

Kasus penembakan tersebut murni dipicu karena dendam pribadi seorang pelaku berinisial M terhadap korban.

“Kami tegaskan, ini tidak ada kaitannya sebagai ketua majelis taklim. Ini dendam pribadi pelaku M yang istrinya disetubuhi korban,” tekan dia.


Polisi telah meringkus tiga tersangka terkait aksi penembakan terhadap korban Alex di Kota Tangerang. Ketiga tersangka yakni M, K, dan S.

Ketiga tersangka berhasil ditangkap tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana Subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.