Gatot Nurmantyo Dapat Dukungan dari Politisi PKS, ‘Jika Itu Benar Tentu Saya Sangat Prihatin’

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun

POJOKSATU.id, JAKARTA — Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mendapat dukungan dari politisi PKS soal diorama tiga tokoh TNI penumpas PKI yang hilang dari Markas Kostrad.


Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku prihatin sekaligus khawatir soal pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ini.

Diketahui, Gatot Nurmantyo mengaitkan ada indikasi Partai Komunis Indonesia (PKI) menyusup di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu buktinya dengan hilangnya patung diorama tokoh TNI yang menumpas PKI di Markas Kostrad Jakarta Pusat.


PKS mengaku prihatin menyusul hilangnya diorama tiga tokoh TNI penumpas PKI di Museum Dharma Bhakti Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

“Jika itu benar tentu saya sangat prihatin,” kata Politikus PKS Bukhori Yusuf, Selasa sore (28/9).

Anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PKS ini menuturkan, kekhawatirannya itu seolah mengonfirmasi survei Lembaga Kajian Pembangunan dan Strategis (LKSP) per September 2021.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa terdapat 34 persen masyarakat sudah tidak mengenal komunisme.

“Keprihatinan saya juga terkonfirmasi dengan survei yang telah dilakukan oleh LKSP,” katanya.

Atas dasar itu, Bukhori meminta pemerintah untuk proaktif mengajarkan sejarah Indonesia yang clear kepada generasi penerus bangsa.

Termasuk soal PKI yang walaupun telah dibubarkan menyusul kegagalan kudeta mereka di tahun 1965.

Namun, kini anasir pendukung PKI telah berhasil menyusup kembali ke tubuh TNI, sebagaimana disebutkan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

“Pemerintah wajib mengajarkan sejarah bangsa ini secara benar kepada anak didik kita. Karena sejarah adalah perjalanan bangsa,” tandasnya.

Diketahui, eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam diskusi bertajuk “TNI Vs PKI” yang digelar Minggu malam (26/9) menyebutkan PKI memang telah dibubarkan menyusul kegagalan kudeta mereka di tahun 1965.

Namun demikian, saat ini anasir pendukung PKI diduga telah berhasil menyusup kembali ke tubuh TNI.

“Sangat benar bahwa PKI sebagai organisasi sudah dibubarkan. Benar pula bahwa hari ini ideologi komunis sudah tidak laku di dunia. Tetapi fakta di Indonesia memperlihatkan PKI mudah melakukan pemberontakan,” ujar Jenderal Purn Gatot Nurmantyo. (ral/rmol/pojoksatu)