Dies Natalis Faperta IPB University Ke-81, Rektor Berharap Fakultas Ini Jadi Lokomotif Pembangunan Pertanian di Indonesia

Rektor-IPB
Prof Arif Satria, Rektor IPB University

POJOKSATU.id – Prof Arif Satria, Rektor IPB University berikan sambutan dalam acara puncak Dies Natalis ke 81 Fakultas Pertanian (Faperta), di Auditorium Toyib Hadiwijaya Kampus IPB Dramaga, Bogor, (26/9).


“Semoga Faperta selalu sukses dan eksis dalam berbagai perubahan yang saat ini terjadi. Selamat juga atas karya-karya Faperta yang telah memberi kontribusi penting bagi pertanian Indonesia, salah satunya dengan mewujudkan tercapainya swasembada beras,” ujarnya.

Menurutnya, di era Revolusi Industri 4.0 ia sangat berharap bahwa Faperta menjadi lokomotif pembangunan pertanian di Indonesia.  “Kita harus belajar agar terus menghasilkan inovasi baru yang akan menghantarkan kita menjadi trendsetter perubahan”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Faperta menayangkan video sejarah berdirinya IPB University. Melalui video tersebut Prof (Em) Syafrida Manuwoto, salah satu penerima Lifetime Achievement Award dari Departemen Proteksi Tanaman (PTN) menjelaskan sejarah pendirian pendidikan tinggi pertanian di Indonesia.


“Usulan pendiriannya sejak tahun 1918 selalu ditolak oleh pemerintah Hindia-Belanda. Sampai akhirnya Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengukuhkan pendirian Fakultas Ilmu Pengetahuan Pertanian (Faculteit van Landbouwwetenschap) melalui keputusan tanggal 31 Oktober No.16 yang berlaku surut ke tanggal 1 September 1941,” ujarnya.

Lalu, lanjutnya, pada tanggal 27 April 1952 dilakukan peletakan batu pertama gedung Fakultas Pertanian IPB University oleh Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno.

“Pada peristiwa itu, Bung Karno menyampaikan pidatonya “Hidup Mati Bangsa Indonesia”. Melalui sejarah yang panjang ini, Fakultas Pertanian IPB University telah menjadi perguruan tinggi pertanian berbasis pertanian tropika yang terus mencari dan memberi yang terbaik untuk negeri tercinta, Indonesia,” tandasnya.

Kini, 81 tahun berselang, Dekan Faperta IPB University, Dr Ir Sugiyanta menampilkan karya-karya yang berhasil Faperta telurkan hingga saat ini.

“Kami punya teaching industry untuk mahasiswa melakukan riset, magang, menciptakan berbagai inovasi sehingga bisa sampai ke masyarakat. Kami juga mengembangkan teknologi Sawah 4.0. Ini rancangan yang sangat penting, semoga dua tahun ke depan sawah ini bisa jadi pusat penelitian yang menghasilkan inovasi,” imbuhnya.

Selain itu, tambahnya, Faperta IPB University juga membuat satelit learning center, kerjasama yang dilakukan dengan Subang yang akan dijadikan role model Kampung Inovasi.

Dr Rina Mardiana selaku pengurus Ikatan Alumni (Ika) Faperta juga menyampaikan program unggulan Ika Faperta 2021-2025. Yakni Agripreneurship Kepemimpinan Kewirausahaan Agromaritim Indonesia.

“Program tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mewujudkan Indonesia berdaulat pangan tahun 2045. Hal ini juga berkaitan dengan tahun Indonesia Emas dimana tahun 2025 generasi usia produktif mencapai angka 70 persen dan 60 persennya merupakan generasi milenial,” tuturnya.

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memimpin pertanian dunia sebagai negara agromaritim, memimpin pasar produk agromaritim di Asia Tenggara dan menjadi lumbung pangan dunia.

“Agripreneurship ditopang oleh enam faktor utama. Yaitu kepemimpinan, pertanian, teknologi digital, bisnis berkelanjutan, petani milenial dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dan akan dikembangkan dengan kolaborasi pentahelix yang melibatkan peran komunitas, pemerintah, universitas, industri dan media massa,” jelasnya.

(pera/Zul)