Komnas HAM Minta Dalami Sumber Senjata Canggih KKB

Organisasi Papua Merdeka (OPM)-kelompok kriminal bersenjata (KKB).

POJOKSATU.id – Anggota TNI dan Brimob gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.


Kabar meninggalnya dua aparat keamanan itu mendapat tanggapan dari Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey.

BACA: TNI dan Brimob Gugur di Kiwirok, Kapolda: Kami Tidak Akan Pernah Mundur

Frits Ramandey menyoroti beberapa daerah di Papua yang sebelumnya tenang, kini menjadi basis KKB.


Menurut Frits Ramandey wilayah-wilayah yang kini menjadi basis gerakan KKB merupakan wilayah yang dulunya landai dan lebih tenang seperti Nduga, Intan Jaya dan Pegunungan Bintang.

“Ini daerah baru yang kemudian ada konsolidasi KSB (kelompok sipil bersenjata) dan mereka eksis melakukan aksi kekerasan yang didukung persenjataan dan amunisi yang canggih,” ucap Frits saat dikonfrmasi Cenderawasih Pos, dikutip Pojoksatu.id, Senin (27/9).

Frits meminta agar aparat gabungan mendalam sumber senjata canggih KSB atau KKB itu.

“Daerah ini perlu didalami kepemilikan senjata didapat dari mana,” tutur Frits.

Disampaikan Frits, dalam berbagai konflik bersenjata hasilnya adalah korban nyawa dan harta benda.

“Dalam sejarah konflik dimana mana adalah korban nyawa,” kata Frits.

Selain itu, lanjut Frits, konflik kekerasan bersenjata menyebabkan hilangnya pemenuhan HAM masyarakat misalnya, hilang hak atas rasa aman, hilangnya hak atas pemenuhan kesehatan, hilangnya pemenuhan hak atas pendidikan dan lainnya.

Kapolda Papua Tegaskan Tidak Akan Mundur

Anggota TNI dan Brimob gugur saat baku tembak dengan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Anggota Brimob Bharatu Muhammad Kurniadi Sutio meninggal saat baku tembak dengan KKB pada Minggu pagi (26/9).

Sebelumnya, Selasa (21/9) anggota TNI Pratu Ida Bagus gugur saat baku tembak dengan KKB.

Saat itu, Pratu Ida Bagus bersama tim gabungan sedang mengevakuasi jenazah perawat Gabriella Meilani dari dasar jurang di Kiwirok.

Pratu Ida Bagus gugur setelah terkena tembakan dari KKB yang mengenai bagian kepala.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan belasungkawanya atas gugurnya Bhayangkara terbaik Polri Bharatu Muhammad Kurniadi yang berasal dari Satuan Brimob Medan Sumatera Utara.

“Dengan kejadian ini, kami tidak akan pernah mundur sekalipun dalam rangka penegakan hukum,” tegas Mathius Fakhiri usai menyambut kedatangan jenazah Muhammad Kurniadi di Rumah Sakit Bhayangkara, Minggu (26/9).

“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk mempersiapkan langkah langkah penegakan hukum yang lebih soft namun tegas,” tandas Mathius Fakhiri. (fia/nat/cepos)