Pengamat: Masyarakat Sudah Jengah dengan Prabowo yang Kerap Kalah Pilpres, Orang Sudah Lelah Memilih

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Jokowi dan Manhan Prabowo Subianto meninjau pembangunan sodetan akses menuju Ibukota baru di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda KM 14, Selasa (24/8/2021). Foto BPMI Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA-– Pengamat politik Dedi Kurnia Syah berpendapat masyarakat jengah dengan Prabowo Subianto yang kerap kalah di Pilpres. Seharusnya Gerindra mengedepankan tokoh muda.


Kemunculan tokoh muda yang banyak diinginkan publik diprediksi akan mewarnai kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Beberapa tokoh itu antara lain Anies Baswedan, Sandiaga Salahuddin Uno, Ganjar Pranowo dan juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Figur muda bakal mewarnai pertarungan pemilihan presiden di 2024 mendatang.


Dalam sejumlah hasil survei, elektabilitas tokoh muda kerap moncer.

Kemunculan tokoh muda yang banyak diinginkan publik itu diprediksi akan mewarnai kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah berpendapat, Partai Gerindra memiliki tokoh muda yang saat ini elektabilitasnya cukup baik di sejumlah survei yakni Sandiaga Salahuddin Uno.

Pendapat Dedi, Sandiaga lebih berpeluang untuk memenangkan kontestasti Pilpres 2024 dibandingkan Prabowo Subianto.

“Kalau melihat perlawanan di Pilpres 2024, memang Sandiaga lebih berpeluang di dalam nuansa kontestasi dibandingkan Prabowo,” ucap Dedi, Minggu (26/9).

Dia berpendapat, masyarakat sudah jengah dengan Prabowo Subianto yang kerap kalah dalam pilpres sebelumnya.

Dalam konteks Pilpres 2024, Dedi mengatakan, seharusnya Prabowo mengedepankan tokoh muda seperti Sandiaga Uno agar dapat bersaing dengan Capres lain yang juga dari tokoh muda.

“Karena Prabowo sudah dalam tahapan yang political fatigue. Jadi orang sudah lelah memilih karena selalu kalah dalam beberapa Pilpres,” kata Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion ini.

Ia menyarankan pada Prabowo agar lebih bijak dengan memilih tidak lagi mencalonkan diri sebagai Capres dan legowo mengusung Sandiaga Uno.

“Prabowo harus bijak, tidak perlu lagi menjadi peserta pilpres tapi lebih merekomendasikan tokoh muda, tentu pilihannya adalah Sandiaga yang paling dominan di internal Gerindra,” tegasnya. (ral/rmol/pojoksatu)