Para Dokter Sepakat Tiga Jenis Vaksin Covid-19 Ini Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Apa Saja?

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac. Foto Setkab

POJOKSATU.id, JAKARTA— BPOM mengatakan beberapa jenis vaksin Covid-19 aman untuk ibu hamil dan menyusui. Para dokter memperjelas, untuk ibu hamil cocok dengan vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac.


Bahkan, ibu hamil justru sangat membutuhkan vaksin Covid-19 tersebut.

Untuk ibu hamil, cocok dengan vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac.

Tiga jenis vaksin itu telah ada uji klinis kepada ibu hamil.


Selain itu, jenis-jenis vaksinasi lainnya di luar vaksinasi COVID-19 sudah biasa diberikan kepada ibu hamil, sehingga seharusnya tidak perlu ragu lagi untuk melakukan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil, asal sesuai prosedur dan pengawasan dokter.

Pakar Ginekologi dokter Budi Wiweko yang merupakan Spesialis Kebidanan dan Kandungan mengatakan, berbagai jenis vaksin sudah lama diberikan kepada ibu hamil.

Vaksin-vaksin itu tidak berbeda jauh dengan vaksin Covid-19 saat ini.

Vaksin terhadap ibu hamil itu bahkan diyakini bisa mengurangi resiko kematian.

“Pada ibu hamil, terkena Covid-19 bisa menaikkan risiko kematian,” kata Budi dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama KPCPEN dan Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Minggu (26/9/2021).

Menurut Budi, vaksin Covid-19 dapat diberikan bila usia kehamilan minimal 13 pekan.

Di usia kehamilan itu kebanyakan ibu hamil saat divaksin tidak terlihat efek samping.

“Silahkan datang ke tempat vaksinasi, tidak perlu pengantar dari spesialis kandungan. Tenaga kesehatan harus mendorong vaksinasi, termasuk untuk ibu hamil,” ujar Budi.

Ia juga mengungkapkan laporan terbanyak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebenarnya tidak berbahaya.

Sebagian besar soal lengan yang nyeri di lokasi suntikan. Selain itu, ada pula keluhan tidak nyaman setelah disuntik.

“Tidak bisa antre lama, berkumpul panas-panas untuk vaksinasi. Karena itu, perlu tempat khusus seperti di tempat praktik bidan,” jelas Prof Budi.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PP IBI, dokter Ade Jubaedah mengatakan, bidan berperan penting dalam vaksinasi ibu hamil.

Sebab, 82 persen pemeriksaan ibu hamil dan 62 persen persalinan dilakukan oleh bidan.

“Bidan sangat penting dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia mengajak bidan aktif mendorong ibu hamil mendapat vaksin COVID-19. Apalagi, ada kelonggaran di masa pandemi.

“Bagi yang izinnya habis, tetap bisa melayani (vaksinasi) sampai pandemi dinyatakan usai” kata dia.

Sementara vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe mengatakan, semua jenis vaksin aman untuk ibu menyusui.

Sementara untuk ibu hamil, untuk saat ini hanya cocok dengan vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac. Tiga jenis vaksin itu, telah ada uji klinis kepada ibu hamil.

Ia juga menekankan, orang-orang dengan komorbid justru paling membutuhkan vaksin Covid-19.

Karena itu, orang dengan komorbid selain perlu didorong untuk divaksinasi, juga agar mau dipantau penyakitnya oleh tenaga kesehatan.

Selain itu, tidak ada pula vaksin yang 100 persen kemanjurannya. Meski demikian, vaksinasi tetap harus dilakukan antara lain karena demi melindungi diri sendiri dan orang sekitar.

“Vaksinasi adalah bentuk tanggung jawab sosial kita,” tutup dr Dirga. (ral/int/pojoksatu)