Mahfud MD dan Jusuf Kalla Soroti Maraknya Penyerangan Ulama dan Masjid, Polisi Jangan Buru-buru Simpulkan Orang Gila

Jusuf Kalla alias JK
Jusuf Kalla (JK) di Masjid Al Azhar untuk persiapan pembukaan masjid

POJOKSATU.id, JAKARTA— Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Wapres Jusuf Kalla menyoroti penyerangan ulama (ustadz) beberapa waktu ini. Begitu juga dengan pembakaran mimbar masjid.

Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD menyesalkan atas tindakan pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan.

Begitu juga dengan adanya penyerangan terhadap ulama atau ustadz seperti yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau.

Mahfud mengaku telah memerintahkan aparat keamanan untuk mengusut tuntas insiden tersebut.


Selain itu, Mahfud MD juga meminta agar polisi tidak buru-buru menyimpulkan pelaku adalah orang gila.

“Pemerintah menyatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengutuk para pelakunya. Saya sudah memerintahkan dan ingin menegaskan kembali kepada aparat keamanan untuk mengusut kejadian itu,” ujar Mahfud melalui keterangan video seperti disiarkan TVOne, Sabtu malam (25/9/2021).

Dia menjelaskan aparat kepolisian sudah berhasil mengamankan para pelaku pembakaran pada hari ini.

Menurut dia, para pelaku saat ini sedang diproses hukum guna diselidiki dan disidik lebih lanjut atas kejadian tersebut.

Mahfud berharap aparat keamanan dapat bersikap objektif dan jangan terburu-buru mengambil kesimpulan.

Jangan sampai, kesimpulan yang dihasilkan menyatakan pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

“Saya berharap seperti yang sudah -sudah maka pemeriksaan harus tuntas dan terbuka jangan terburu-terburu memutuskan bahwa pelakunya orang gila,” katanya.

“Biarkanlah hakim nanti yang menyimpulkan pelaku orang gila atau bukan,” jelasnya lagi.

Mahfud MD juga menyebutkan satu contoh kasus penyerangan terhadap ulama atau ustadz yaitu Syech Ali Jaber.

“Dulu Syech Ali Jaber juga diserang orang. Oleh salah satu keluarganya dinyatakan pelaku mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.

“Saya berharap polisi jangan buru-buru menyimpulkan orang gila. Biarlah nanti hakim yang memutuskan di pengadilan,” tegas Mahfud lagi.

Sementara Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyoroti maraknya kasus kriminalisasi terhadap ulama.

JK meminta pengurus DMI lebih waspada dan segera melapor ke polisi jika ada hal yang mencurigakan.

Pesan ini disampaikan JK saat mengecam aksi pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar oleh pria inisial KB (22) pada Sabtu (25/9) dini hari pukul 01.30 Wita.

JK meminta masyarakat, khususnya warga Makassar, tidak terprovokasi oleh aksi itu.

“Saya selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia mengecam keras tindakan pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang diperkirakan terjadi pada dini hari tadi. Dan saya berharap kepada masyarakat, terutama Umat Islam di Makassar dan daerah lainnya di Indonesia, agar tidak terprovokasi atas tindakan tersebut,” kata JK.

“Kita serahkan semuanya kepada kepolisian untuk mengungkap pelaku dan apa motif di balik tindakannya tersebut,” ujar JK dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

JK lalu menyoroti sejumlah penyerangan yang ditujukan kepada ulama dan tokoh agama dalam beberapa waktu terakhir.

Dia berharap warga bersama aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

“Saya berharap kepada para pengurus masjid di Indonesia untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat hal-hal yang mencurigakan,” jelasnya.

“Apalagi belakangan ini kriminalisasi kepada ulama mulai marak lagi terjadi,” pesan JK. (ral/int/pojoksatu)