Ahmad Dhani Bagikan Tips Aman Bertahan Hidup di Penjara

Ahmad Dhani di acara Podcast Deddy Corbuzier. (Tangkapan layar YouTube Ahmad Dhani di acara Podcast Deddy Corbuzier)

POJOKSATU.id – Musisi Ahmad Dhani menceritakan pengalamannya selama 11 bulan dipenjara. Pengalaman itu diceritakan Ahmad Dhani saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier.


Selain menceritakan pengalamannya, Ahmad Dhani juga membagikan tips aman bertahan di penjara.

BACA: Kotoran Manusia di Tahanan Ahok Diungkap Ahmad Dhani di Podcast Deddy Corbuzier


Menurut Dhani, masuk penjara itu sama saja dengan masuk SMP negeri atau SMA negeri.

“Kalau dulu di SMP negeri atau SMA negeri banyak temannya, maka banyak temannya juga di penjara,” jelas Dhani.

Ketika di SMP dan SMA negeri menjadi jagoan, maka ketika masuk penjara pun menjadi jagoan.

Ketika minder saat duduk di bangku SMP negeri dan SMA negeri, maka di dalam penjara pun begitu.

Ketika sering dibully saat sekolah, maka masuk penjara pun akan menjadi korban bully.

“Bagaimana skill dulu saat SMP dan SMA, kebawa terus, kepake (di penjara), kecuali orang yang punya banyak duit ya bisa menggunakan duitnya untuk (mendapatkan teman banyak),” beber Dhani.

Menurut Dhani, orang yang pembawaannya selalu minder saat masih sekolah, maka dia akan sengsara ketika masuk penjara.

Di Tahanan Ada Sel Tikus

Dhani menjelaskan bahwa tersangka penistaan agama sering menjadi bulan-bulanan di sel tahanan, seperti yang dialami Muhammad Kece.

Dhani mengatakan di dalam penjara pun ada hukuman tersendiri. Hukuman itu diberikan kepada tahanan yang melanggar.

Biasanya, kata Dhani, kasus yang muncul di dalam penjara itu diselesaikan di penjara, tidak sampai lapor ke polisi, seperti yang dilakukan Muhammad Kece.

“Di penjara itu kan ada mekanisme, diselesaikan di penjara. Misalnya nih, gua gebukin orang di penjara, biasanya gak sampai ke polisi,” ucap Dhani.

“Diselesaikan di sana (penjara). Paling ada sel tikus. Sel tikus itu sel yang ukurannya 1 x 2 (meter), gak ada tempat pop. Lu di situ terus, pop di sana, pipis di sana, makan di sana selama sebulan,” sambung Dhani.

Dhani mengaku tidak pernah ditahan di sel tikus karena dia termasuk orang yang berperilaku baik di dalam penjara.

Dhani mengatakan, kehidupan di dalam tahanan itu mirip-mirip dengan film Hollywood.

Di Rutan Cipinang, kata Dhani, masing-masing suku punya geng dan memiliki seorang bos yang disebut kepala suku.

“Kalau di Rutan Cipinang itu ada kepala suku Surabaya, kepala suku Ambon, ada kepala sukunya sendiri-senidi. Ada kepala suku NTT, kepala suku Batak.  (one/pojoksatu)