KPK Jemput Paksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Ditangkap di Rumahnya Malam Ini

Azis Syamsuddin kepergok keluar dari pintu belakang gedung KPK, Selasa (25/5/2021). Foto JPNN
Azis Syamsuddin kepergok keluar dari pintu belakang gedung KPK, Selasa (25/5/2021). Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin di kediamannya, malam ini, Jumat (24/9). Azis Syamsuddin ditangkap KPK.


Sedianya Azis Syamsuddin dijadwalkan menjalani pemeriksaan siang tadi di Gedung Merah Putih terkait dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukannya.

Namun, Azis tidak mendatangi panggilan KPK dengan alasan isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri kepada wartawan melaiui pesan singkatnya, Jumat (24/9/2021).


“Iya,” isi pesan singkatnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri juga mengatakan sudah mengamankan politisi Partai Golkar itu di kediamannya.

“Alhamdulillah sudah ditemukan di rumahnya,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengirim surat kepada penyidik KPK karena tak bisa hadir dalam proses pemeriksaan.

Azis dipanggil dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Politikus Partai Golkar itu mengaku sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Hal itu diketahui dari surat yang dikirimkan Azis ke KPK dan beredar di kalangan awak media.

Sehubungan dengan Surat Panggilan KPK No:

SPGL/4507/DIK.01.00/23/09/2021 tanggal 15 September 2021 dimana saya diminta menghadap Penyidik KPK pada hari Jumat. Tanggal 24 September 2021 untuk didengar keterangannya.

“Maka saya dengan ini bermaksud menyampaikan permohonan penundaan pemeriksaan tersebut menjadi tanggal 4 Oktober 2021,” tulis Azis dalam surat tersebut.

Ia mengaku sedang menjalani isoman, karena sempat berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Hal ini saya lakukan untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk melakukan isoman jika berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19, dan juga untuk mencegah penyebaran mata rantai Covid-19 ,” tulis Azis Syamsuddin. (muf/pojoksatu)