Uang Pembangunan Masjid Dikorupsi Eks Gubernur Sumsel Dkk Rp130 Miliar, Sumber Dana APBD 2015 dan 2017

Gubernur Sumsel Alex Noerdin
Gubernur Sumsel Alex Noerdin

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang menyeret nama eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Kerugian negara diduga mencapai Rp130 miliar.


Kejagung RI kembali mengumumkan pengembangan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang yang melibatkan eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

“Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut juga tidak selesai, akibat dari penyimpangan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp130 miliar,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam jumpa pers virtual, Rabu (22/9/2021).

Loenard Eben Ezer juga menjelaskan penyaluran dana pembangunan masjid ini.


Dana disalurkan dalam dua tahap pada 2015 dan 2017.

Penyaluran pertama, Pemprov Sumatera Selatan menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dengan rincian pertama tahun 2015 sebesar Rp50 miliar.

Dana bersumber dari APBD tahun 2015.

Penyaluran kedua dilakukan tahun 2017 menggunakan dana APBD 2017 sebesar Rp80 miliar.

Seperti diketahui, Kejati Sumatera Selatan resmi menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya yang dibangun di Kompleks Stadion Jakabaring, Palembang.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer menyampaikan, pada kasus ini, kerugian negara diduga mencapai Rp 130 miliar.

“Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut juga tidak selesai, akibat dari penyimpangan tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 130 miliar,” kata Leonard Eben Ezer dalam jumpa pers virtual, Rabu (22/9).

Leo menjelaskan, pada saat itu ketika Alex Noerdin masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Alex memutuskan untuk memberikan hibah guna membangun masjid. Dana disalurkan dalam dua tahap pada 2015 dan 2017.

Dalam perkara ini, Alex disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU 31/1999 Tentang Korupsi.

Selain Alex, mantan Komisaris Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel) Muddai Madang juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya memang nama Alex santer disebut menerima sejumlah uang suap sebagaimana saat jalannya persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Alex Noerdin disebut kecipratan uang hibah sebesar Rp 2,4 miliar. (ral/rmol/pojoksatu)