Terlibat Hutang Piutang, Dua Pengusaha Disekap dan Dianiaya Hingga Babak Belurdi Jaktim

Pemukulan
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Gara-gara kasus hutang piutang, dua orang pengusaha bernama Makmur dan Ashari diduga disekap dan dianiaya tiga orang lain yang merupakan investornya.


Semua berawal dari adanya kerjasama usaha antara korban dan para pelaku sejak tahun 2019 lalu.

Namun, kerjasama yang dimaksud tak berbuah hasil dan korban disebut menghilang begitu saja.

Korban bahkan diklaim tak bisa lagi dihubungi lewat sambungan telepon.


“Setahun ke belakang lost contact, enggak bisa dihubungin, rumahnya tidak sesuai KTP. Setelah dilakukan pencarian akhirnya ketemu di daerah Bekasi di rumahnya. Jadi para investornya mau menanyakan bagaimana kelanjutannya karena dihubungin enggak bisa, dicari susah akhirnya mau diselesaikan,” kata Perwira Unit II Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit, Ipda Tatan kepada wartawan, Selasa 21 September 2021.

Pelaku yang tak lain merupakan teman SMA korban lantas mengajak keduanya ke kantor polisi guna melaporkan keduanya atas dugaan kasus penipuan.

Tapi, kedua korban akhirnya mengajak berdamai dan berniat ganti rugi uang tersebut.

“Karena ada pembicaraan seperti itu akhirnya enggak jadi dilaporkan ke polisi masalah penipuan penggelapannya. Akhirnya dibawa ke Jalan Bunga Rampai, Pondok Kopi,” ujarnya.

Di lokasi itu lah, lanjut Tatan, kedua korban diduga disekap dan dipukul. Singkat cerita, anak korban yang tahu lantas melapor ke polisi.

Mendapat laporan, polisi pun bergerak cepat mendatangi lokasi.

“Polres Jakarta Timur langsung menurunkan Tim Rajawali ke TKP. Kemudian, diamankanlah si korban ini berikut si terduga pelakunya empat orang lalu dibawa ke Polsek Duren Sawit,” ujar Tatan.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, di kantor polisi, kedua korban ternyata tidak mau membuat laporan polisi. Mereja mengaku berniat tanggung jawab dan menjaminkan sertifikat tanah guna mengembalikan uang pelaku.

“Di Polsek Duren Sawit kemudian diarahkan untuk membuat laporan polisi tapi si korban gak jelasnya,”

(dhe/pojoksatu)