Koperasi Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Gub-Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Parade Virtual Cooperator Indonesia "Koperasi Jawa Barat sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi" di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (15/7/2021).

POJOKSATU.id, BANDUNG – Koperasi butuh modernisasi yang dapat menunjang perekonomian, terutama pasca pandemi covid-19.


Saat ini, koperasi mengalami kemandekan. Padahal potensi koperasi seperti yang digadang-gadang oleh Mohammad Hatta bisa dicapai.

“Anggapan masyarakat koperasi hanya lembaga simpan pinjam. Kedua, organisasi jadul tempat kumpulnya orang tua,” kata Divisi UMKM Komisi Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED), Ahkam Nasution dalam webinar yang diselenggarakan KPED Jabar, Senin (20/9/2021).

Lulusan Fisika ITB tahun 1994 ini mengatakan, fakta di lapangan memang menunjukkan demikian, karena mayoritas koperasi di Indonesia memang berbentuk simpan-pinjam.


“Di Spanyol, koperasi jadi perusahaan ketujuh terbesar di Spanyol, bisa bersaing dengan perusahaan lain seperti kata Bung Hatta,” ucap dia pada sesi Dialog Transformasi Ekonomi Jawa Barat yang diselenggarakan KPED dan Pemprov Jabar.

Nama koperasi yang dimaksud Ahkam adalah Mondragon Corporation yang berbasis di Baqsue, Spanyol.

“Mondragon punya 276 unit usaha, mereka juga punya rumah sakit dan perguruan tinggi. Perindustrian terbesar solar panel di dunia dengan revenue 14 miliar dolar,” ucapnya.

“Efeknya apa? Di area Mondragon punya tingkat pengangguran terendah di spanyul, dan jadi kota dengan GPD tertinggi di Eropa,” ucap dia.

Sementara di Jawa Barat, lanjut Ahkam, punya 4,6 juta UMKM dengan serapan tenaga kerja 70 persen dengan kontribusi secara nasional 13 persen.

“Kendala infrastruktur, masih 600 desa yang belum bagus koneksi internetnya,” ucap dia.

“Lalu, digital skill untuk berjualan online mereka harus memiliki digital marketing, di dalamnya ada macam-macam seperti copywriting, dan foto produk,” sambungnya.

Dia menawarkan bentuk platform cooperation tempat terdapat ekosistem digital UMKM dalam wadah koperasi.

Hal tersebut, kata dia, tidak bisa diselesaikan oleh sektor swasta sehinga pemerintah harus turut andil.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebelumnya mendorong koperasi di Jawa Barat mesti melek digital.

Menurut RK, sapaan akrabnya, setidaknya ada 2 hal pendorong digitalisasi koperasi, yaitu pandemi covid-19, dan juta revolusi industri 4.0 di mana akan muncul jenis pekerjaan baru.

Hal itu yang menurutnya membuat koperasi harus beradaptasi dengan kondisi disrupsi pasar itu. (dam/pojoksatu)