Jabar Bisa jadi Role Model Pemulihan Ekonomi Nasional Lewat Supply Chain Centre

Supply Chain Centre (SSC) Jawa Barat

POJOKSATU.id, BANDUNG – Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika mengaku, pihaknya kini sangat intensif melakukan pendampingan UMKM di daerah.

Hal itu dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya melalui program desa digital.

“Desa digital ini sangat mendorong Supply Chain Centre (SCC) bagi UMKM. Maka dari itu, kami akan terus intensif melakukan pendampingan,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan Komite Pemulihan Ekonomi Jabar dan Pemprov Jabar, Senin (20/9/2021).

Menurutnya, SSC menjadi sistem terpadu yang membantu menekan biaya logistik, biaya pengadaan bahan baku, dan biaya produksi hingga inventory lebih hemat.


“Jawa Barat bisa menjadi model atau pilot project untuk membangun SSC,” kata Guntur.

Guntur jua menilai, gagasan transformasi perekonomian Jawa Barat melalui SCC sebagai bagian dari solusi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) ini menyebut SCC dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk permasalahan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selama ini, permasalahan yang dihadapi UMKM bukan saja permodalan dan pemasaran. Tapi juga rantai pasokan atau supply chain.

“Adanya Supply Chain Center (SSC) diharapkan menjadi agregator yang dibangun dalam ekosistem yang terintegrasi, sehingga menjadi solusi bagi UMKM,” ujarnya.

Baginya, SSC bisa berjalan dengan baik jika merespons tigal hal. Antara lain megatren, teknologi, dan mindset consumer.

“Pandemi Covid-19 menjadi tantangan luar biasa untuk disikapi terutama pada consumer trend yang sebenarnya berpengaruh pada SSC,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Utama LAPI ITB, Yusmar Anggadinata menyebut, SSC bisa mendorong penurunan harga produk UMKM tanpa mengabaikan kualitas.

“SCC bisa menjadi salah satu solusi bagi UMKM untuk dapat digenjot sekaligus solusi rantai pasok bagi UMKM,” ujarnya.

Pihaknya pun menyediakan skema Supply Chain Financing System (SCFS).

“Rantai pasok harus dipetakan selain dengan jaringan sendiri atau koperasi dan pihak ketiga,” tutup Yusmar. (mar/pojoksatu)