Hoaks, Dosen IPB Sebut Antibodi Lebih Penting Ketimbang Pakai Masker

Penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas dan fasilitas umum. Foto: JawaPos.com
Penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas dan fasilitas umum. Foto: JawaPos.com

POJOKSATU.id, BANDUNG – Beredar tulisan yang disebut dari dosen biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Sri Nurdiati yang mengatakan antibodi lebih penting ketimbang memakai masker.


Dalam pesan berantai itu, disebutkan bahwa masyarakat tidak perlu panik mengenakan masker atau hand sanitizer.

Sebab, antibodi jauh lebih penting dari dua hal tersebut.

Pesan berantai itu diawali dengan narasi pembuka bahwa pernyataan itu disampaikan oleh seorang pakar.


INILAH PAKAR YANG BENAR-BENAR PAKAR, MEMBERIKAN PENCERAHAN DAN HARAPAN, TIDAK MENAKUT-NAKUTI

sumber:
Dr. Ir. Hj. Sri Nurdiati (Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB)

Banyak orang nggak sadar pentingnya “ANTIBODI” stoknya harus selalu ada. Orang lebih panik masker atau hand sanitizer hilang di pasaran. Harusnya kita lebih panik kalau “ANTIBODI” hilang di tubuh, karena virus tidak mungkin dihindari.

Demikian narasi pembuka dalam pesan berantai tersebut.

Berdasarkan penelusuran, tulisan itu bukan ditulis oleh Sri Nurdiati.

Bahkan, Sri Nurdiati sendiri sudah membantahnya langsung melalui penjelasan yang dimuat di laman resmi IPB.

Penjelasan itu disampaikan Sri Nurdiati pada 20 April 2020 lalu.

“Bukan saya yang menulisnya. Akibatnya, saya harus mengklarifikasi pertanyaan yang datang bertubi-tubi ke saya, bahwa itu bukan tulisan saya,” kata Sri.

Dijelaskan pula bahwa Sri Nurdiati memang Dekan FMIPA IPB. Akan tetapi, ia tercatat bukan dosen biokimia.

Melainkan dosen di Departemen Matematika, tepatnya Matematika Komputasi.

Dispusipda Jabar Intens Edukasi Pencegahan Hoaks Covid-19

Sementara, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat intens melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan hoaks Covid-19.

Dispusipda bekerja sama dengan sejumlah media mainstream untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.

Kabid BPBGM Dispusipda, Ateng Kusnadar Adisaputra menjelaskan, pihaknya memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman terkait hoaks kepada masyarakat.

“Kami terus memberikan literasi apa itu hoax dan dampaknya agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoax,” jelas Ateng.

Ateng mengakatakan isu hoaks Covid-19 menjadi perhatian khusus Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil, kata Ateng, meminta agar pemahaman dan edukasi pencegahan hoaks gencar dilakukan.

“Dan ini ditempuh di divisi kami saat ini, agar masyarakat tetap sehat, tetap mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak termakan hoaks yang beredar,” tandas Ateng. (ruh/arf/pojoksatu)