Buntut Kasus Irjen Napoleon, 7 Polisi Bertugas di Rutan Bareskrim Diperiksa Propam, Termasuk Karutan

Muhammad Kece dan Irjen Napoleon Bonaparte. Repro

POJOKSATU.id, JAKARTA – Buntut kasus Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya Muhammad Kece, tujuh polisi yang bertugas di rutan diperiksa Propam Polri, termasuk Kepala Rutan Bareskrim.


Terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte yang masih merupakan anggota Polri aktif diduga menganiaya Muhammad Kece alias Kace di Rutan Bareskrim.

“Pemeriksaan dilakukan kepada 7 anggota Polri yang terdiri dari penjaga tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim,” ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, Propam turut memeriksa seorang warga sipil yang merupakan tahanan di Bareskrim berinisial H alias C.


Dimana H diperiksa sebagai saksi.

“Pemeriksaan terhadap 1 orang tahanan atas nama H alias C. (H) tahanan sipil di Bareskrim,” tuturnya.

Sementara itu, kata Sambo, Propam telah selesai melakukan gelar perkara kelalaian petugas jaga Rutan Bareskrim. Hanya, Irjen Sambo masih enggan membeberkan hasilnya.

“(Gelar perkara) sudah selesai,” imbuh Sambo.

Sebelumnya, polisi mengatakan Irjen Napoleon Bonaparte bisa masuk ke sel Muhammad Kace dengan cara mengganti gembok standar dengan gembok milik ‘Ketua RT’.

Polisi menyebut permintaan Irjen Napoleon pasti dituruti oleh penjaga rutan yang pangkatnya Bintara.

“Ya kita tahu bersama yang jaga tahanan itu kan pangkatnya Bintara. Sementara pelaku ini pangkat nya perwira tinggi Polri. Dengan dia meminta supaya tidak usah menggunakan gembok standar itu pasti dituruti oleh petugas jaga,” ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (21/9).

“Ya equality before the law inilah, makanya saya sedang melakukan penyidikan terhadap yang bersangkutan.

“Nah, tetapi kalau terkait… Kondisi psikologis tidak bisa kita abaikan pada saat peristiwa itu terjadi, di mana seorang perwira tinggi meminta kepada Bintara supaya tidak usah gunakan gembok standar,” tuturnya.

Propam Polri turut dilibatkan dalam kasus ini.

Propam memeriksa petugas jaga rutan untuk mendalami apakah terjadi pelanggaran etika maupun disiplin saat dugaan penganiayaan M Kece terjadi. (ral/int/pojoksatu)