Kadiv Propam Polri Beberkan Status Irjen Napoleon Bonaparte Usai Aniaya Muhammad Kece

Irjen Napoleon Bonaparte ditemani kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jumat (28/8/2020).

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kadiv Propam Polri Irjen Ferdi Sambo membeberkan status Irjen Napoleon Bonaparte yang terlibat kasus penganiayaan tersangka Muhammad Kece di tahanan Bareskrim Polri.


Irjen Napoleon Bonaparte hingga saat ini masih tercatat sebagai jenderal aktif bintang dua di Polri meskipun saat ini tengah mendekam di sel Rutan Bareskrim Polri.

Irjen Napoleon sudah divonis 4 tahun dalam kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

“Irjen NB statusnya masih Anggota Polri aktif,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Ferdi Sambo kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/9).


Korps Bhayangkara atau Polri belum memutuskan status keanggotaan Irjen Napoleon meskipun telah divonis empat tahun dalam perkara suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Hal ini terjadi karena Irjen Napoleon masih mengajukan Kasasi ke MA usai divonis Pengadilan Tinggi Jakarta.

“Diketahui Irjen NB mengajukan Kasasi setelah Pengadilan Tinggi Jakarta menghukum vonis 4 tahun penjara dalam kasus penghapusan Red Notice Djoko Tjandra,” jelas Ferdi.

Setelah dinyatakan incraht atau putusan tetap dari MA, Polri akan menggelar sidang Komisi Etik guna menentukan status keanggotaan Irjen Napoleon Bonaparte.

“Komisi Kode Etik Polri sudah mempersiapkan sidang Komisi Etik terhadap Irjen NB setelah incraht,” jelas Ferdi.

Terkait dengan peristiwa penganiayaan M Kece, proses penyidikan telah dilakukan oleh Dirtipidum.

Dan Propam Mabes Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan Bareskrim Polri.

Beberapa saksi dalam kasus ini juga telah diperiksa Bareskrim Polri. (ral/rmol/pojoksatu)