Jubir OPM Blak-blakan, KKB Serang Nakes Karena Dicueki PBB

Jubir TPNP OPM, Sebby Sambom

POJOKSATU.id, PAPUA – Motif Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang tenaga kesehatan (nakes) dan membakar fasilitas publik di Distrik Kiwirok Papua akhirnya terungkap. KKB serang nakes karena dicueki PBB.


KKB yang juga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Organisasi Papua Merdeka atau OPM serang nakes dan mengabaikan Konvensi Jenewa karena kecewa kepada Perserikatan Bangsa-pangsa (PBB).

Diketahui, perlindungan terhadap tenaga medis (nakes) di wilayah konflik diatur dalam Konvensi Jenewa. Tenaga medis wajib dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan di wilayah konflik.

OPM dianggap melanggar Konvensi Jenewa karena menyerang tenaga kesehatan (nakes) dan membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bingtang, Papua pada 13 September 2021.


OPM juga membakar pasar, sekolah dasar, dan kantor Bank Papua dan rumah yang ditempati para tenaga medis.

BACA: Ini Alasan KKB Serang Nakes Dan Guru di Papua, Ancam Hancurkan Semua Fasilitas Publik

Dalam insiden itu, seorang perawat bernama Gabriela Meilani meninggal dunia, 4 nakes lainnya luka-luka. Sebanyak 300 petugas kesehatan di dievakuasi.

TPNPB-OPM menyatakan bertanggung jawab atas pembakaran fasilitas publik di Distrik Kiwirok, Papua.

Juru Birara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menegaskan mereka menyerang fasilitas kesehatan karena ada nakes yang menjadi agen TNI.

“Semua fasilitas itu biasa dipakai boleh militer, dan 2 orang (nakes) yang kerja di wilayah itu pun agent TNI Polri,” kata Sebby Sambom dalam keterangannya melalui TheTpnpb OpmNews, seperti diberitakan Sewaktu.com, Minggu (19/9).

<!–nextpage–>

Menurut Sebby Sambom, OPM serang nakes dan melanggar Konvensi Jenewa karena kecewa kepada PBB yang mengabaikan nasib rakyat Papua.

“PBB dan Konvensi Geneva juga abaikan hak orang asli Papua untuk merdeka penuh, dan mereka membiarkan kejahatan militer dan polisi Indonesia di Papua yang membabi buta dan brutal selama 59 tahun,” cetusnya.

Oleh karena itu, kata dia, sekarang adalah pertarungan terakhir antara musnah di tangan militer Indonesia atau selamatkan Papua dan merdeka menjadi negara sendiri.

OPM Ancam Hancurkan Semua Fasilitas Publik di Papua

Sebby menuding TNI dan Polri juga sering mengabaikan Konvensi Jenewa di lokasi perang.

“Jadi kami abaikan perjanjian internasional karena TNI Polri lalukan serangan udara dengan rocket di Ilaga dan Ndugama,” ucapnya.

Sebby menyatakan TPNPB-OPM menyatakan siap bertanggung jawab atas pembakaran fasilitas publik di Distrik Kiwirok.

Kendati demikian, Sebby menegaskan OPM tidak berhenti menghancurkan fasilitas publik yang dibangun pemerintah Indonesia.

“Jadi kami siap ke hukum internasional jika kami salah, tapi Kami tetap punya tekat untuk hancurkan semua fasilitas milik pemerintah kolonial Indonesia, karena kami tidak butuh pembangunan pencitraan oleh pemerintah kolonial Indonesia,” jelasnya.

“Kami akan bangun negeri kami setelah merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Indonesia,” tandas Sebby Sambom. (one/pojoksatu)