Nakes Dan Guru Jadi Korban KKB, Asosiasi Bupati di Papua Marah

Elly M Bidana (kanan), komandan operasi KKB pimpinan Lemek Taplo tewas dalam baku tembak dengan pasukan gabungan TNI-Polri di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Foto net

POJOKSATU.id, PAPUA – Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua marah mengecam tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang tenaga kesehatan (nakes) dan guru di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.


Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom menegaskan tindakan KKB sangat tidak terpuji karena menyerang nakes .

Padahal, nakes dan guru merupakan pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan dirinya untuk bertugas di daerah terpencil melayani masyarakat di daerah Kiwirok.

“Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua mengutuk keras tindakan tersebut,” Befa Yigibalom.


Bupati Lanny Jaya ini mengatakan Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua mengharapkan para tenaga medis dan pendidik di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, segera diungsikan ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA: Evakuasi Jenazah Perawat Gabriela Maelani dari Jurang Diganggu Tembakan Teoris KKB

Ia berharap Bupati Pegunungan Bintang segera menarik tenaga medis dan pendidik di wilayah sekitar kejadian ke ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, yakni Distrik Oksibil.

“Memang jalur darat dari Distrik Kiwirok belum terhubung ke daerah sekitarnya sehingga daerah seperti ini harus diperhatikan dengan serius,” ujarnya.

Befa dan Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua menyampaikan turut berduka cita dan memberikan penghormatan yang tinggi kepada tenaga medis yang menjadi korban KKB di Kiwirok.

Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan menerima musibah tersebut.

Dia menjelaskan kejadian tersebut merupakan tindakan orang yang tidak beriman sama sekali.

Befa meminta aparat turun tangan menindak para pelaku yang membunuh dan melukai nakes dan guru.

“Kami mengharapkan bagaimana caranya pihak keamanan turun tangan dan intervensi untuk menangkap pelaku serta secepatnya, juga mengadili sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Befa.

Meski begitu, Befa berharap konflik di Pegunungan Bintang diselesaikan dengan baik tanpa meninggalkan benih-benih kekerasan yang bisa meledak di kemudian hari.

“Eskalasi di Kabupaten Pegunungan Bintang ini perlu disikapi serius oleh berbagai pihak dan diambil tindakan tegas terukur sehingga tidak meninggalkan benih-benih kekerasan yang sama,” ucapnya.

Befa mengaku mengenal suku-suku di Pegunungan Bintang terutama suku Ngalum yang merupakan memiliki nilai budaya luhur yang tinggi, memiliki moral dan nilai-nilai baik, mengasihi juga jauh dari tindakan kekerasan.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali beraksi dengan membuat kerusuhan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

KKB Papua membakar sejumlah bangunan fasilitas umum (fasum) seperti bangunan sekolah dasar (SD) dan puskesmas.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Distrik Okhika pada Selasa, 14 September 2021. (khf/fin)