Kecam Aksi KKB Serang Nakes dan Fakes, Pengamat Intelijen: Ini Biadab, TNI-Polri Harus Ungkap Dalang Pemasok Senjata

Jenazah suster Gabriella Maelani yang ditembak KKB (dok TNI AD)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta mengecam aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menyerang tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Pengunungan Bintang, Papua.


“Ini aksi biadab yang dilakukan KKB kelompok anti pemerintah,” kata Stanislaus dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Ia meminta TNI-Polri mengusut tuntas motif penyerangan oleh KKB Papua itu.

Kendati demikian, pihak aparat TNI-Polri terlebih dahulu mengungkapkan pemasok senjata kepada KKB, agar motifnya dapat diketahui.


“Pemasok senjata, penyandang dana harus diungkap dan ditangkap. Supaya dapat diketahui motif mereka sesungguhnya,” ucapnya.

Ia juga meminta pemerintah harus lebih tegas memberantas KKB Papua karena meresahkan masyarakat.

“Pemerintah harus tegas memberantas mereka, ini ssangat meresahkan dan menjadi ancaman serius tidak hanya bagi aparat keamanan tapi juga bagi masyarakat Papua,” tuturnya.

Sebelumnya, baku tembak antara personel gabungan TNI-Polri dan KKB terjadi di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin, 13 September 2021.

Selanjutnya, berlanjut pada peristiwa serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik.

Itu seperti Puskesmas, Perumahan para tenaga kesehatan (nakes), Sekolah SD dan SMP di Distrik Kiwirok.

Aksi teror itu telah mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Sebanyak 11 orang nakes mengalami luka-luka, satu orang meninggal dunia, dan beberapa dinyatakan hilang.

Kodam XVII/Cenderawasih telah mengirimkan pasukan tambahan untuk mengamankan wilayah Distrik Kiwirok dan sekitarnya, serta mengejar pelaku.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebut bahwa keamanan tenaga kesehatan di Papua saat ini menjadi perhatian aparat TNI maupun Polri.

Rusdi mengatakan, jajaran TNI – Polri juga berupaya mengembalikan kondisi di Papua kembali kondusif setelah insiden di Distrik Kiwirok, Papua.

“Tentunya ketika ada dorongan untuk bagaimana bisa mengamankan nakes, ya itu menjadi perhatian TNI-Polri untuk bisa mengamankan itu,” ujarnya.

“Sehingga pelayanan-pelayanan kesehatan di Papua bisa berjalan dengan baik,” lanjut Rusdi.

(muf/pojoksatu)