Sebut Valentino Rossi dan Lewis Hamilton Gak Mungkin Punya SIM kalau Bikin di Indonesia, ICPW Sindir Keras Emerson

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo

POJOKSATU.id, JAKARTA- Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) mengapresiasi upaya Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo yang dengan sigap melakukan pembenahan terhadap jajarannya yang diduga terjadi pungutan liar (pungli).


Menurut ICPW, sesungguhnya upaya menekan praktik pungli di samsat dan satpas SIM sudah sejak lama dilakukan Sambodo. Bukan semata dilakukan menyikapi aduan salah satu mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yunto.

“ICPW sangat mengapresiasi upaya Dirlantas Polda Metro Jaya dalam menekan pratik-pratik pungli di satker-satker (satuan kerja)-nya,” ujar Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto saat dihubungi, Jumat (17/9/2021).

Menurut Bambang, salah satu pernyataan Emerson yang dianggap lebay yakni yang menyebut pebalap MotoGP serta F1 Valentino Rossi dan Lewis Hamilton, tak mungkin bisa punya SIM kalau membuatnya di Indonesia.


Pernyataan Emerson yang disampaikan melalui surat terbuka kepada Presiden Jokowi itu dipandang terlalu hiperbola.

“Kalau istilah anak sekarang lebay. Sebab itu sama saja mengatakan bahwa puluhan hingga ratusan juta masyarakat Indonesia pemilik SIM, semua hasil dari suap, ini kan bisa tersinggung banyak orang termasuk keluarga sendiri merasa terlecehkan,” ujarnya.

“Kritik dan saran itu disampaikan secara terukur. Jangan melebar kemana-mana, sampai-sampai presiden dibawa-bawa. Presiden saya kira urusannya banyak.

Padahal, kata Bambang, langkah-langkah yang telah dikerjakan Kombes Sambodo patut dihargai. Kendati dalam praktiknya masih ditemukan kekurangan.

“Ini kan sudah ada niatan baik. Perkara masih ada pungli, itu soal lain. Mari kita benahi bersama, beri masukan yang konstruktif, yang membangun. Bukan malah menyudutkan apalagi menjatuhkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengunggah surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo. Surat tersebut berisi soal dinamika yang terjadi selama pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Samsat dan Satpas.

Menurut Emerson, proses pembuatan SIM di Samsat dan Satpas memiliki proses yang rumit. Kemudian dirinya juga kerap kali menemui calo atau petugas yang melakukan praktik pungutan liar alias pungli.

Bahkan Emerson memberikan sindiran lucu terkait permasalahan pembuatan SIM ini. Pegiat antikorupsi ini mengatakan jika pembalap Lewis Hamilton dan Valentino Rossi membuat SIM di Indonesia, mungkin mereka berdua akan gagal.

“Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia,” kata Emerson dalam surat terbuka tersebut.

Seperti diketahui, Kombes Sambodo mengaku memiliki lima langkah yang kini tengah digalakkan pihaknya, khususnya untuk mencegah pungli. Pertama membangun sistem berbasis online guna mengurangi pungli di satpas dan samsat, yang diwujudkan melalui aplikasi SINAR untuk perpanjangan SIM, SIONDEL dan SIGNAL untuk perpanjangan STNK, e-TLE untuk tilang.

Fungsi pengawasan di kantor samsat juga terus ditingkatkan, melalui hadirnya kamera CCTV. Lalu dibukanya kotak pengaduan masyarakat. Serta punishment atau sanksi yang tegas bagi anggota yang kedapatan melakukan pungli, antara lain mutasi demosi, turun pangkat dan sebagainya

(fir/pojoksatu)