Selewengkan Bantuan PKH, Aparat Desa Ditemukan Tewas Gantung Diri, Isi Surat Wasiatnya Bikin Melongo

Ilustrasi

Terpisah, Kadus Gerlang, Desa Gerlang, Agus Riawan bercerita bahwa pelaku mengakui menggunakan uang PKH sekitar Rp150 juta untuk keperluan pribadi.


Dana yang dipakai itu pada anggaran tahun 2019 dan bukti itu dtemukan di buku pribadi di rumahnya.

“Warga pernah komplain (dana tidak sampai), terus melihat kondisi dia gak tega, mau gimana lagi. Yang penting bisa mengkondisikan masyarakat. Dulu sempat kabur juga,” katanya.

Sepengetahuannya, almarhum juga menjadi supplier e-warung di beberapa desa. Ia mengakui tidak tahu soal LSM yang dimaksud.


“Saya tahunya di surat wasiat itu. Kalau Gerlang memang digelapkan,” ucapnya.

Berikut surat pengakuan pelaku bunuh diri :

‘Duit tak lebur nyong, tak buat madon. Giliran man tak ganti kok jadi rebutan para LSM. Saya seperti ini karena perbuatan LSM Wahyuni Rudi, jangan bawa bawa anak istri saya. Anak istri tidak ada urusan. Siapapun yang mengkait kaitkan anak istri tak kejar sampai di manapun. Kelompok PKH Gerlang, iki pelunasan terakhir, sayange maune tidak ada saksi dan tidak ada bukti. Jalukna ngapuro karo anak bojo kabeh nek masalah utang urusane nyong kabeh, anak bojo ura urusane tapi nek duit PKH ne wong gerlang entek nang PL PL karo PSK dan LSM.

Duit tak bagi-bagi nang wadonan sak ambane nggon wuni sak kabehe’.

(dhe/pojoksatu/rmol)