Ini Cara Hindari Gelombang Ketika Covid-19, Masyarakat harus Waspada

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Foto Satgas Covid-19

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, setidaknya ada dua cara untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19.


Saat ini, sejumlah negara di dunia tengah mengalami lonjakan gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Di antarnya Amerika Serikta (AS), Malaysi dan Jepang yang saat ini mulai menurun.

Prof Wiku menekankan, ini yang harus menjadi perhatian semua pihak dan masyarakat.


Apalagi saat ini kasus terkonfirmasi positif di Indonesia tengah mengalami penurunan.

Untuk mencegah gelombang ketiga itu, ada dua cara yang harus ditekankan dan dilakukan masyarakat.

Pertama, menjaga momentum penurunan kasus terkonfirmasi positif di Indonesia saat ini.

“Semua harus serius menjaga protokol kesehatan, sejalan dengan dibukanya kembali kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/9/2021).

Diakui Prof Wiku, munculnya varian delta memang terbukti membuat penularan menjadi lebih cepat.

Namun perlu dicatat bahwa meskipun varian tersebut ditemukan di India pada Oktober 2020, kasusnya baru melonjak pada April 2021.

Sama dengan Indonesia, varian delta ditemukan Januari 2021, sedangkan kasus baru melonjak pada Juli.

“Jelas bahwa lonjakan kasus terjadi bukan semata-mata akibat varian delta tetapi akibat aktivitas sosial masyarakat yang tidak sejalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

“Jika kita mampu membatasi aktivitas sosial, dampak mutasi varian tidak akan menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan,” lanjut Prof Wiku.

Kedua, masyarakat harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa belajar dari India karena kasus-kasus di negara ini telah mendatar selama 2,5 bulan terakhir meskipun sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan,” pungkas Wiku.

(Yayu Lutfiah/PojokSatu.id/FJPP)