Eks Dubes Peter F Gontha Sebut Peduli Lindungi Buatan Singapura, Kominfo Bilang Hoaks

Prof Henry Subiakto. Twitter/@henrysubiakto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) mengklarifikasi postingan mantan mantan Duta Besa (Dubes) Polandia Peter F Gontha yang menyebut aplikasi Peduli Lindungi adalah buatan Singapura.


Staf Ahli Menkominfo, Prof Henri Subikato mengatakan bahwa informasi yang menyebut aplikasi Peduli Lindungi buatan Singapura itu tidak benar atau hokas.

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kemenkominfo untuk membantu pemerintah melakukan pelacakan digital agar dapat menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Henri menegaskan aplikasi Peduli Lindungi merupakan asli buatan Indonesia.


“Peduli Lindungi itu murni buatan anak bangsa dan datanya ada di Indonesia. Bukan di Singapore,” kata Henri Subikato dalam postingan di Twitter, @henrysubiakto.

Menurut Henri, Peter F Gontha sudah menghapus postingannya yang menyebut aplikasi PeduliLindungi buatan Singapura.

“Tulisan Pak Peter Gontha sudah dihapus tapi sudah dicapture orang dan diviralkan hasil capture-nya,” jelas Henri.

Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menegaskan bahwa aplikasi Peduli Lindungi lebih canggih dari aplikasi TraceTogether milik Singapore.

Sudah Izin ke Dubes Singapura

Dikatakan Henri, Kominfo sudah meminta izin kepada Dubes Singapura agar diperkenankan untuk melihat dan mengembangkan aplikasi Peduli Lindungi yang mirip dengan aplikasi TraceTogether.

“PeduliLindungi 100% dibuat oleh Telkom. Teamnya dipimpin Faizal R. Djoemadi. Idenya memang melihat dari aplikasi TraceTogether Singapore. Tapi kemudian dikembangkan lebih canggih dan lengkap dan sudah minta izin ke Dubes Singapore. Kemudian jadi applikasi nasional yang diakui hak ciptanya,” jelas Henri.

Lebih jauh Henri menjelaskan, awalnya data Peduli Lindungi ada di Telkom, tapi sekarang sudah dipindah ke pusat data Kominfo.

“Pusat data itu pengertiannya cloud storage, Kominfo sudah lama punya, sedangkan data center yang mau dibangun itu fisiknya, yang akan menambahkan kapasitas dari cloud storage yang sudah ada, demikian,” jelasnya.

Henri mengaku sudah dihubungi oleh Peter F Gontha untuk mengklarifikasi postingannya.

“Terima kasih pak @PeterGontha yang nelpon saya & jelaskan duduk perkara kenapa bikin status terkait Peduli Lindungi hingga akhirnya dihapus sendiri,” ucapnya.

Peter Gontha, kata Henri mengaku tidak bermaksud menyerang pemerintah. Ia hanya ingin diskusi.

“Tanpa maksud buruk apalagi nyerang pemerintah. Beliau hanya bertanya & ingin ada diskusi, sekaligus minta segera disudahi, tidak diperpanjang,” tandas Henri.

Sebelumnya, Peter F Gontha membuat postingan di media sosial dengan menyebut aplikasi Peduli Lindungi buatan Singapura.

“Ternyata aplikasi Peduli Lindungi itu aplikasi bikinan Singapura. Gila,” kata Peter F Gontha dalam postingannya di Facebook.

“Seluruh data kita direkam Singapore, dan kedaulatan data Indonesia sudah ada di tangan mereka, meski ini aplikasi Telkom. Mereka tahu alamat kita, tanggal lahir kita, email kita, kita makan apa, kita kemana aja. Semua mereka tau. Kalau info ini salah mohon saya diinformasikan apa yang salah,” tandasnya.

Postingan Peter Gontha tersebut sudah dihapus, tetapi beberapa warganet sudah mencapture dan menyebarkan kembali di media sosial. (one/pojoksatu)