Teroris KKB Lecehkan Perawat, Dokter Dipukul Besi Hingga Patah Tulang

KKB
Para anggota teroris KKB di Papua

POJOKSATU.id, PAPUA – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi kriminal. Teroris KKB lecehkan perawat dan menganiaya dokter di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Selain itu, teroris KKB juga membakar Puskesmas Kiwirok dan menganiaya para tenaga kesehatan (nakes).

Kelompok separatis pimpinan Lamek Taplo ini sebelumnya membakar sejumlah fasilitas umum di distrik tersebut.

Data yang dihimpun, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok dan SD Inpres Kiwirok ikut dibakar KKB.


Kelompok ini juga melakukan penembakan markas Koramil Kiwirok dan Polsek Kiwirok sekitar 8.45 WIT.

Empat Nakes Lompat ke Jurang

Sebelum membakar Puskesmas Kiwirok, teroris KKB yang diperkirakan berjumlah 50 orang, menyerang 6 nakes.

Empat nakes memilih melompat ke dalam jurang untuk menyelamatkan diri, sedangkan dua nakes sempat dinyatakan hilang.

Empat nakes yang lompat ke jurang telah ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, salah satu perawat yang lompat ke jurang mengaku ditikam belati dari belakang.

Seorang dokter mengalami patah tulang di lengan akibat dipukul menggunakan besi.

Dua perawat yang sempat dinyatakan hilang telah ditemukan. Perawat tersebut mengalami luka-luka dan sempat dilecehkan (tindakan asusila) oleh teroris KKB.

“Kemarin kami sempat cari-cari mantri dengan suster yang hilang, puji Tuhan sudah ditemukan,” ucap Nelson Kalakmabin, tokoh masyarakat di Distrik Kiwirok.

“Mantri dia tangan patah, ada juga yang kena panah. Cuma suster-suster ini yang membuat kami sangat karena marah melihat keadaannya. Ada yang dapat parang, luka-luka, mereka juga dilecehkan,” sambungnya. (one/pojoksatu)